Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Dirjen PKH akan Tindak Tegas Pelaku Pengguna AGP

Posted on

Bogor – INFOVET. Sarasehan
Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) bertajuk ‘Tantangan Budidaya Ayam
Pasca Pelarangan AGP dan Masuknya Ayam Impor’ diadakan Kamis (25/1/2018) di IPB
Convention Center, Bogor. Acara ini dihadiri seluruh pemangku kepentingan
perunggasan nasional, turut hadir Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kementerian Pertanian, Drh I Ketut Diarmita MP.
Para peternak dihimbau menyatukan visi terkait kualitas
produk dalam negeri, khususnya mengenai larangan penggunaan antibiotic growth promoter (AGP).
Ketut menegaskan, tidak akan memberi kelonggaran terkait pelarangan  penggunaan AGP. Tanpa ketegasan dari
pemerintah, penggunaan AGP baik peternak maupun industri pakan akan terus
menggunakan AGP sebagai barometer pertumbuhan unggas. Pemerintah akan memberi
sanksi bagi pelaku pelanggar.
“Terkait AGP,  para
ahli di Organisasi Kesehatan Dunia (OIE) 
dan WHO sangat mengkhawatirkan terjadinya resistensi antibiotik, walaupun
sampai hari ini sebenarnya belum ada referensi yang mengatakan dari daging ke
manusia ini ada hubungan yang menyebabkan resisten,” kata Ketut.
Kendati demikian, Ketut mengatakan hingga saat ini tidak
kurang dari 700.000 orang meninggal setiap tahunnya karena resistensi terhadap
antibiotik.
Status pengendalian resistensi antimikroba dalam keamanan
dan kesehatan hewan masih disclaimer,
diakui Ketut. Untuk menjawab isu global ini, Ditjen PKH mengambil langkah
strategis dengan merilis regulasi penetapan pelarangan penggunaan AGP yang
dituangkan Permentan No 14 tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan.
Karenanya, para peternak diminta untuk taat terhadap pelarangan
penggunaan AGP untuk imbuhan pakan ternak. “Coba kita pikirkan bagaimana keturunan
kita ke depan,”imbuhnya.
Ditengah penolakan dunia terhadap AGP sebagai imbuhan pakan
ternak, peternak Indonesia juga diminta patuh agar kualitas pangan Indonesia
khususnya ternak tetap mendapat pengakuan di mata dunia. (nu)

Post Terkait:

  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Jamur Tiram Makin Berkualitas, Gara-gara Limbah Unggas Budidaya jamur tiram putih.Terobosan di dunia peruggasan di dalam negeri tampaknya bukan saja terjadi di bidang produksi ayam dan telur. Berbagai riset juga dilakukan para…
  • Tahun 2018 Peternakan Diprediksi Masih Tumbuh di… Pemerintah diharapkan memiliki cetak biru (blueprint) pembangunan peternakan yang diketahui dan disepakati oleh semua pemangku kepentingan peternakan, sehingga semua pihak memahami dan juga mendukung akan  kemana…
  • Sarasehan Peternakan Nasional Rekomendasikan… Sarasehan Peternakan Nasional yang diselenggarakan oleh Keluarga Fakultas Peternakan (Kafapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)  yang berlangsung 4 September lalu, secara resmi mengeluarkan rekomendasi untuk pemerintah…
  • Pentingnya Manajemen Tempat Pakan dan Minum Ayam Broiler Kekurangan jumlah tempat pakan dan minum, serta kepadatan yang tinggi, dapat menyebabkan kasus kanibalisme, meningkatnya angka kesakitan, bahkan kematian yang berakibat pada kegagalan panen. (Foto:…
  • Menjaga Kesehatan dan Performance Sistem Pencernaan… Diperlukan perhatian sungguh-sungguh dalam memilih dan menggunakan feed additive atau kombinasi beberapa feed additive yang akan ditambahkan ke dalam sediaan pakan, untuk menjaga kesehatan dan…
  • LUAR BIASA, NILAI EKSPOR OBAT HEWAN INDONESIA CAPAI… JAKARTA, 5 April 2017. Pada era pemerintahan Jokowi-JK, yaitu tahun 2015 dan 2016 Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah…
  • Tentang AGP (Antibiotic Growth Promoter) dan Antikoksidia Tanggal 6 Mei 2017 lalu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menandatangani Permentan no 14/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Dalam peraturan ini tercantum pelarangan antibiotika imbuhan…
  • BEGINI LANGKAH KEMENTAN ATASI GEJOLAK HARGA DAGING… JAKARTA, 30 Maret 2017. Dalam rangka mengatasi permasalahan perunggasan di Indonesia saat ini, terutama terkait adanya penurunan harga ayam hidup (broiler dan jantan layer) serta…
  • Kesuksesan Pameran Peternakan Terakbar Indo… Presiden Jokowi saat menghadiri pameran Indo Livestock Expo and Forum 2018, didampingi Vice President PT Napindo Arya Seta (kiri), Mentan Amran (kanan) dan Dirjen PKH…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

November 2026
MTWTFSS
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP by Agribisnis Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • Jamur Tiram Makin Berkualitas, Gara-gara Limbah Unggas by Agribisnis Budidaya jamur tiram putih.Terobosan di dunia peruggasan di dalam negeri tampaknya bukan saja terjadi di bidang produksi ayam dan telur. Berbagai riset juga dilakukan para…
  • Tahun 2018 Peternakan Diprediksi Masih Tumbuh di… by Agribisnis Pemerintah diharapkan memiliki cetak biru (blueprint) pembangunan peternakan yang diketahui dan disepakati oleh semua pemangku kepentingan peternakan, sehingga semua pihak memahami dan juga mendukung akan  kemana…
  • Sarasehan Peternakan Nasional Rekomendasikan… by Agribisnis Sarasehan Peternakan Nasional yang diselenggarakan oleh Keluarga Fakultas Peternakan (Kafapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)  yang berlangsung 4 September lalu, secara resmi mengeluarkan rekomendasi untuk pemerintah…
  • Pentingnya Manajemen Tempat Pakan dan Minum Ayam Broiler by Agribisnis Kekurangan jumlah tempat pakan dan minum, serta kepadatan yang tinggi, dapat menyebabkan kasus kanibalisme, meningkatnya angka kesakitan, bahkan kematian yang berakibat pada kegagalan panen. (Foto:…

  • 1,261,116
  • 656,736
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI