Kincir Berangkai Tenaga LPG Tingkatkan Kesejahteraan Pembudidaya Kecil

“Kincir berangkai tenaga LPG hasil inovasi BPBAP Takalar merupakan solusi bagi para pembudidaya menengah ke bawah. Biaya inventasi yang rendah serta dapat dioperasikan pada segala kondisi lahan, yang layak untuk budidaya udang vaname. Kincir ini jauh lebih hemat dibandingkan kincir listrik maupun solar,” ungkap Ketua Tim Innovator Kincir Berangkai Tenaga LPG Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Guno Gumelar, S.Pi.

 

Udang vaname merupakan komoditas andalan ekspor sektor budidaya saat ini. Berbagai metode telah dilakukan untuk meningkatkan produksi dan hampir semuanya bermuara pada intensifikasi produksi.

 

Intensifikasi produksi udang vaname pada umumnya dilakukan dengan peningkatan padat tebar dan peningkatan sarana produksi. Penggunaan kincir sebagai sarana produksi utama adalah hal yang wajib dalam intensifikasi  budidaya udang vaname.

 

Kendala utama bagi para pembudidaya menengah ke bawah adalah keterbatasan dana  untuk intensifikasi budidaya.  Semakin tingginya biaya pengadaan sarana produksi yang menjadi syarat intensifikasi budidaya, membuat para pembudidaya sulit untuk meningkatkan skala produksinya.

Baca Juga:   Kincir pada Budidaya Udang

 

Kendala lain yang sering ditemui adalah keterbatasan jaringan listrik yang terdapat di kawasan budidaya, sehingga berdampak pada pemasangan instalasi baru yang sangat tinggi. Beberapa pembudidaya menggunakan tenaga solar dalam menggerakkan kincir, namun tingginya biaya operasional dan ketersediaan solar subsidi yang terbatas menjadi hambatan bagi para pembudidaya.

 

Selain biaya investasi awal yang tinggi, biaya operasional yang tinggi juga menjadi kendala besar dalam intensifikasi. Tingginya tarif dasar listrik dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi momok bagi para pembudidaya dalam mengoperasikan budidaya semi intensif dan intensif.

 

Guno mengungkapkan, “Perlunya solusi yang tepat atas berbagai kendala diatas untuk dapat meningkatkan produksi budidaya udang vaname. Dibutuhkan produk dengan biaya investasi awal yang rendah serta mudah diaplikasikan walaupun pada daerah budidaya yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik.”

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur Edisi Mei 2016

Similar Posts:

Baca Juga:   Peran KJA Offshore Untuk Budidaya Laut Lepas

  • Comments
  • 7
fatimah
05-13-16 5:52 pm

emang berpa harga kincirnya tuh?

Eka Nugroho
05-23-16 1:33 pm

Bisa dibantu indirmasi utk bisa mendapatkan alat konfersi dari diesel solar ke LPG?
Mohon informasinya . Tks

Y.sutedjo
12-10-16 3:13 pm

Berapa harga kincir air tambak, dgn log dan berapa kebutuhan per 1000 m2 tambak, trima kasih.

SLAMET WAHYUKIN
08-14-17 4:11 pm

kebetulan tambak saya jauh dari listrik kusuka tuh kebetulan ini saya lagi butuh banget

image
infoakuakultur
08-24-17 3:53 am

Bapak Slamet Wahyukin bisa menghubungi Guno Gumelar dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, untuk kontak yang bisa dihubungi guno11n@gmail.com atau di 081343677779.

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.