Musyawarah Nasional (Munas) VIII Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) dengan tema “Tantangan dan Peluang Industri Obat Hewan di Tengah Perubahan”, dilaksanakan secara virtual pada Selasa 26 Oktober 2021.
Munas yang sebelumnya diundur karena adanya pandemi COVID-19 itu juga mengagendakan pemilihan pengurus baru untuk organisasi yang 25 Oktober 2021 lalu genap berusia 42 tahun.
Drh Irawati Fari, Ketua Umum ASOHI dalam sambutannya berterima kasih ke semua pihak yang telah bekerja sama dengan baik dan ikut mendukung kegiatan ASOHI meliputi pengurus pusat dan daerah, dewan penasehat, dewan kode etik, dewan pakar, anggota, stake holder baik pemerintah maupun organisasi peternakan.
 |
| Drh Irawati Fari |
“Saya sebagai ketua ASOHI maupun sebagai pribadi menyampaikan permohonan maaf jika selama bekerja di periode kepengurusan kami ini ada hal-hal yang kurang berkenan, atau mungkin kurang maksimal,” kata Irawati.
Sementara itu Dr Drh Nuryani Zainuddin MSi, Dirkeswan Kementan, mewakili Dirjen PKH membuka secara resmi Munas VIII ASOHI. Menurutnya perkembangan industri obat hewan menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data di kementerian saat ini terdapat kurang lebih 114 produsen obat hewan, 280 importir, dan 48 eksportir.
Obat hewan yang terdaftar juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 saja ada sekitar 4.257 produk hewan yang sudah terdaftar.
 |
| Dr Drh Nuryani Zainuddin MSi |
“Dengan pertumbuhan nilai ekspor dari 2016-2021 tercatat sejumlah 286.645 juta dengan nilai impor 962.195 juta. Artinya nilai ekspor kita dibandingkan dengan nilai impor kita masih lebih sedikit, sangat jauh. Ini menjadi tantangan kita bagaimana kita mendukung program utama dari Kementerian Pertanian yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor,” kata Nuryani.
Pemerintah memberikan prioritas bagi perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan ekspor terkait dengan obat hewan. Prioritas ini dimaksudkan agar menjadi stimulus bagi produsen obat hewan dalam negeri dalam memacu diri untuk bersaing di internasional.
Selain itu Nuryani juga menyoroti permasalahan resistensi anti mikroba. “Perlu juga ada langkah-langkah dalam penggunaan anti mikroba dan resistensi anti mikroba. Ini adalah ancaman kita ke depan maka perlu adanya usaha serius yang kita lakukan, bergandeng tangan antara pemerintah dan asosiasi dalam bagaimana kita mengatasi anti microbial resistency dan bagaimana kita akan meningkatkan pembangunan kesehatan hewan yang berkelanjutan.”
Pada Munas tahun ini ASOHI mendapat ucapan selamat dari para mitranya, yang juga mendoakan kelancaran dan kesuksesan jalannya Munas.
Sumber : http://www.majalahinfovet.com/ (NDV)
Post Terkait:
- MUNAS VIII ASOHI : IRAWATI FARI LANJUTKAN… Munas VIII ASOHI pada Selasa 26 Oktober 2021 menetapkan Gani Haryanto sebagai Ketua Badan Pengawas ASOHI 2021-2025. Sementara itu Drh Irawati Fari terpilih kembali menjadi Ketua Umum ASOHI 2021-2025.…
- Catatan Menyongsong MUNAS VI ASOHI Munas VI ASOHI 2010 sudah diambang pintu. Rakornas ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) yang diselenggarakan berurutan dengan peresmian gedung ASOHI, malam gathering perayaan ulang tahun…
- 30 TAHUN ASOHI Mengabdi (1979-2009) Usai sudah rangkaian kegiatan dalam rangka Peresmian Gedung ASOHI, Rakornas ASOHI, Malam Gathering ASOHI dan Seminar Prospek Perunggasan 2010 yang diselenggarakan mulai dari kantor ASOHI…
- ASOHI Setelah Melewati 3 Dekade Saat tulisan ini disusun, saya bersama tim penulis baru saja menyelesaikan proses penulisan buku yang berjudul “30 Tahun ASOHI Mengabdi, Maju Bersama Meningkatkan Kesehatan Hewan”…
- Menteri Pertanian Siap Buka Munas VI ASOHI Mei 2010 Menteri Pertanian RI Ir. Suswono menyatakan kesediaannya untuk membuka acara Munas VI ASOHI yang akan berlangsung 20 Mei 2010 di Jakarta. Pernyataan itu disampaikan Mentan…
- DIRJEN PKH DAN SEJUMLAH TOKOH DUKUNG SUKSESNYA IIPC… Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan serta sejumlah tokoh asosiasi menyatakan dukungan terhadap terselenggaranya konferensi internasional perunggasan IIPC (Indonesia International Poultry Conference) Dirjen Peternakan dan Kesehatan…
- Adhpi Punya Pengurus Baru 2010-2015 Selaku Ketua Umum ADHPI (Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia) periode 2005-2010, Prof Charles Ranggatabbu MSc PhD mengungkap tentang peran ADHPI dalam konstelasi peternakan dan kesehatan…
- MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
- AUDIENSI VIRTUAL ASOHI-DIRJEN PKH Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dr. Ir. Nasrullah MSc menegaskan bahwa ASOHI adalah bagian dari keluarga besar Dirjen PKH. "Jadi ASOHI jangan jauh-jauh dari…
- KETIKA BIOSECURITY SELAMATKAN PETERNAKAN UNGGAS Kisah-kisah ini merupakan kisah kilas balik. Dengan kisah yang telah berlalu beberapa tahun saat wabah Avian Influenza merangsek dunia peternakan kita, kita dapat belajar banyak…