Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Nusantara 1, Vaname Unggul dari Situbondo

Posted on

Bisa jadi, tak banyak pembudidaya tahu bahwa Indonesia, khususnya Situbondo, telah berhasil memproduksi indukan udang vaname unggul. Hatchery pun tak perlu lagi tergantung pada indukan vaname impor berharga tinggi.
Demikian informasi dari Dr. Siti Subaidah, Perekayasa Utama Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo kepada Info Akuakultur. Menurutnya, sebagai salah satu pemasok kebutuhan udang vaname dunia, Indonesia seharusnya memiliki pusat induk atau broodstock center untuk kepentingan pembenihan jangka panjang. Adapun dalam jangka pendek, produksi indukan dari beberapa lokasi harus mempertimbangkan kaidah genetika.
Induk impor yang didatangkan dari USA (Hawaii atau Florida) yang disebut dengan induk udang super diyakini tumbuh pesat dan tahan penyakit (SPR dan SPF). Mengutip pernyataan Haryanti (2003), induk udang introduksi nampaknya merupakan hasil rekayasa klon sehingga menunjukkan homozigositas yang tinggi antar-induk. Dari sisi keragaman genetik, hal ini tentu tidak menguntungkan. Kondisi semakin diperburuk dengan digunakannya induk lokal hasil budidaya di tambak tanpa pemantauan mutu genetiknya. Akibatnya, keragaman genetik tereduksi dan potensi terjadinya inbreeding sangat besar.
Rekayasa hasilkan indukan vaname unggul
Masuknya udang vaname ke Indonesia sendiri tak lepas dari kondisi menurunnya produksi udang windu akibat serangan penyakit. Inilah yang mendorong para pengusaha berusaha mencari komoditas udang unggulan. Di tahun 2001, Indonesia sudah mulai mengimpor benih dan induk udang vanname yang berasal dari Hawai, Florida dan Amerika latin.
Udang vaname menjadi pilihan beberapa keunggulan, di antaranya memiliki ketahanan terhadap penyakit yang cukup baik dan memiliki laju pertumbuhan yang cepat, yaitu masa pemeliharaannya berkisar 70—90 hari. Selain itu, nilai konversi pakannya (FCR) termasuk cukup rendah. Untuk menghasilkan satu kilogram daging, udang ini memerlukan pakan sebanyak 1,3 kilogram. Dengan begitu, pembudidaya dapat menghemat pengeluaran untuk pakan.
Disebabkan semakin banyaknya pembudidaya yang mengembangkan udang vaname dan sebagai alternatif mengatasi kekurangan stok udang nasional, pada tanggal 12 Juli 2001, melalui SK Menteri Kelautan dan Perikanan No. 41/2001, diresmikanlah udang vaname sebagai varietas unggul.
Seiring terus berkembangnya usaha pembenihan dan pembesaran udang vaname, belakangan ini terjadi penurunan yang diduga akibat penurunan kualitas dan rusaknya lingkungan budidaya.
Melihat kondisi tersebut, BBAP Situbondo melakukan kegiatan perekayasaan untuk menghasilkan udang vaname unggul berkualitas tinggi, yang resisten terhadap penyakit dan mudah dikembangkan. Perekayasaan ini berupa kegiatan breeding program (pemuliaan) dengan cross breeding (kawin silang) dan selective breeding (seleksi individu dan seleksi famili). Tujuan pemuliaan ini adalah menghasilkan udang yang lebih baik, memiliki pertumbuhan lebih besar, bobot lebih berat, dan tahan penyakit. Pada akhirnya, keturunannya memiliki keunggulan seperti induknya, bahkan bisa melebihi keunggulan induknya.
“Di bawah bimbingan dan pembinaan tim ahli dan Guru Besar genetik dan penyakit yang telah handal dari berbagai perguruan tinggi (IPB, UGM, UNPAD, UNIBRA) dan beberapa lembaga lain (BPPT, BRKP), kerja keras sejak tahun 2003 pun terbayar sudah. “Udang Vanname Nusantara I (VN-1)” di-launching pada tanggal 23 Oktober 2009 dengan SK Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.78/MEN/2009,” terang Siti Subaidah.
Terdapat beberapa keunggulan VN-1, di antaranya berat induk 40 g dapat dicapai dalam 6 bulan. Pada suhu media pemijahan 29—31 oC, performa reproduksi pada kondisi pemijahan telah stabil dimana jumlah induk matang telur (MT) 20—30%, terjadi mating rate sebanyak 50—70% dari induk MT, HR 70—90%, dan jumlah nauplius yang dihasilkan 125.000—250.000 ekor per spawner. Perkembangan udang di tambak pun sangat baik. SR bisa mencapai 98%, keseragaman bisa mencapai 95—98%, pertumbuhan harian 0,12—0,19 g/hari, dan FCR 1,2—1,4.
Dengan keunggulan tersebut, kehadiran udang vaname Nusantara 1 (VN-1) diharapkan bisa memenuhi kebutuhan udang vaname unggul seluruh stake holders.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur

Post Terkait:

  • Tekan Biaya Produksi dengan 10 langkah Sistem Tambak Nurseri Percobaan membuktikan, sistem nurseri pada skala komersial di Asia menghasilkan penurunan biaya produksi antara 15-30% dibandingkan dengan proses budidaya biasa. Tidak hanya itu, dengan dikuranginya…
  • Untuk Benih yang Berkualitas, Sertifikasi CPIB Perlu! Merebaknya wabah TiLV di sejumlah negara membuat segmen pembenihan mendapatkan sorotan. Terlebih dalam urusan impor benih dan induk tilapia dari wilayah yang terkena wabah. Nama…
  • Resirkulasi, Tingkatkan Produksi Massal Benih Kakap Putih Dengan resirkulasi, BPBL Batam mampu meningkatkan tingkat kelulusan hidup larva kakap putih hingga 30%. Kakap putih merupakan salah satu hasil perikanan dengan permintaan pasar global…
  • Benur Berkualitas Tentukan Suksesnya Budidaya Memilih benur berkualitas adalah langkah awal menuju suksesnya budidaya udang Teliti dalam memilih benur yang akan dipakai tentu menjadi sebuah kewajiban jika ingin memulai usaha…
  • Besarkan Benih Udang Galah Sistem Ugadi Kini, sawah tak lagi sekadar hasilkan padi. Dengan Ugadi, tebar benih udang galah di 1.000 m persegi luas sawah hasilkan 1,52 kwintal udang galah siap…
  • Kiat Agar Benih Tumbuh Pesat dan Sehat Dalam budidaya ikan, kualitas benih mempengaruhi hasil segmen usaha budidaya pembesaran. Untuk hasilkan benih berkualitas, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Benih ikan merupakan anak ikan…
  • Kiat Sukses Benihkan Si Tangan Panjang GI Macro II Sukses lewati proses seleksi, udang galah GI Macro II besutan Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi siap genjot produksi udang galah nasional.   GI Macro…
  • Pacu Perkembangan Gonad Kerapu Kertang Meskipun kerapu kertang jantan besutan BBAP Situbondo telah berhasil menghasilkan sperma yang berkualitas untuk menghasilkan kerapu-kerapu hybrid, tetapi induk betinanya belum mampu menghasilkan telur berkualitas…
  • Pembenihan dan Pembesaran Patin di Pekarangan Dikeluarkannya kebijakan pembatasan kuota impor ikan membuat ikan patin menjadi salah satu ikan dalam negeri yang menjadi tumpuhan kebutuhan pasar lokal. Selain menjadi komoditas konsumsi,…
  • Lirik Potensi Gurame, Lakukan Pemijahan dari Sekarang Keterbatasan benih tidak seimbang dengan banyaknya permintaan akan ikan konsumsi ini. Perlu adanya penyuluhan kepada pembudidaya agar budidaya gurame berkesinambungan. Sejalan dengan pengembangan kawasan usaha…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Tekan Biaya Produksi dengan 10 langkah Sistem Tambak Nurseri by Agribisnis Percobaan membuktikan, sistem nurseri pada skala komersial di Asia menghasilkan penurunan biaya produksi antara 15-30% dibandingkan dengan proses budidaya biasa. Tidak hanya itu, dengan dikuranginya…
  • Untuk Benih yang Berkualitas, Sertifikasi CPIB Perlu! by Agribisnis Merebaknya wabah TiLV di sejumlah negara membuat segmen pembenihan mendapatkan sorotan. Terlebih dalam urusan impor benih dan induk tilapia dari wilayah yang terkena wabah. Nama…
  • Resirkulasi, Tingkatkan Produksi Massal Benih Kakap Putih by Agribisnis Dengan resirkulasi, BPBL Batam mampu meningkatkan tingkat kelulusan hidup larva kakap putih hingga 30%. Kakap putih merupakan salah satu hasil perikanan dengan permintaan pasar global…
  • Benur Berkualitas Tentukan Suksesnya Budidaya by Agribisnis Memilih benur berkualitas adalah langkah awal menuju suksesnya budidaya udang Teliti dalam memilih benur yang akan dipakai tentu menjadi sebuah kewajiban jika ingin memulai usaha…
  • Besarkan Benih Udang Galah Sistem Ugadi by Agribisnis Kini, sawah tak lagi sekadar hasilkan padi. Dengan Ugadi, tebar benih udang galah di 1.000 m persegi luas sawah hasilkan 1,52 kwintal udang galah siap…

  • 1,202,827
  • 606,671
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI