Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Pembenihan Kepiting Bakau

Posted on

“Tingkat konsumsi masyarakat terhadap kepiting tidak dipengaruhi oleh perubahan iklim. Permintaan kepiting yang tetap tinggi dari waktu ke waktu membuat persediaan terbatas dan harganya terbilang tinggi. Semakin mahal dan langka, konsumen kalangan atas semakin suka,” ungkap Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Yushinta Fujaya, M.Si.

 

Kepiting bakau (Scylla paramamosain) merupakan salah satu jenis kepiting bernilai ekonomis penting. Pasalnya, selain ketersediaan di alam cukup banyak, rasa dagingnya yang enak membuatnya sangat digemari. Kepiting bakau hidup di daerah estuaria dan pantai/rawa-rawa yang didominasi hutan mangrove. Kepiting dapat hidup dan tumbuh pada kisaran salinitas yang cukup besar sehingga penyebarannya cukup luas dan dapat dijumpai sepanjang tahun.

 

Ibnu Rusdi, Peneliti Madya Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut (BBPPBL) Gondol mengungkapkan, “Spesies kepiting bakau dapat dibedakan dengan empat spesies lainnya berdasarkan ciri morfologi, terutama bentuk duri baik pada karapas, capit, serta warnanya. S. paramamosain betina memiliki ukuran Minimum Biological Size (MBS) berdasarkan ukuran lebar karapas, yaitu antara 10,7—11,5 cm, S. olivacea antara 8,9—9,5 cm, sedangkan S. tranquebarica dan S. serrata dengan ukuran lebar karapas berkisar 11,9—14,2 cm.”

 

Sampai saat ini, kebutuhan terhadap kepiting bakau sebagian besar masih dipenuhi dari hasil penangkapan di alam. Selain itu, para pengumpul menangkap kepiting secara intensif, yang jumlahnya tidak tentu. Kegiatan ini mengakibatkan overfishing serta gangguan pada habitat kepiting, terlihat dari adanya aktivitas penebangan mangrove. Senada dengan hal itu, Yushinta mengatakan, “Faktor yang memperparah adalah anggapan masyarakat bahwa lebih mudah dan murah menangkap dari alam.”

 

Berdasarkan pertimbangan kontinuitas produksi maka perlu dikembangkan budidaya kepiting bakau secara terkendali. “Saya kira, peran pemerintah sangat mendesak dalam hal ini.  Pelarangan menangkap benih kepiting di alam sudah betul. Namun, keseriusan dalam membangun hatchery kepiting yang representatif tampaknya belum dilakukan oleh pemerintah. Padahal, swasta pun masih ragu.  Pemerintah seharusnya membuat percontohannya, lalu membagikan teknologinya ke masyarakat. Bukan kemudian menjadi pelaku dan pesaing masyarakat,” ungkap Yushinta.

 

Secara alami, kepiting bakau dewasa akan beruaya ke laut untuk melakukan pemijahan yang dapat berlangsung sepanjang tahun. Namun, dalam pembenihan yang telah dilakukan di Indonesia, survival rate-nya masih kecil. “Rendahnya tingkat keberhasilan ini diakibatkan oleh infrastruktur pembenihan yang belum memenuhi syarat dan keseriusan dalam mengelola pembenihan belum cukup,” jelas Yushinta.

 

Selama  ini, para pembudidaya melakukan usaha budidaya kepiting meliputi usaha penggemukan, pembesaran, softcrab (kepiting cangkang lunak), dan kepiting bertelur.  “Dalam kegiatan pembenihan kepiting bakau, penguasaan pengetahuan mengenai aspek biologi sangat diperlukan, di antaranya sistematika, morfologi, habitat, cara kawin, dan siklus hidupnya,” terang Ibnu.

 

Post Terkait:

  • Kepiting Rajungan dari Induk Alam Sebagai salah satu hasil laut yang terkenal nikmat dan bernilai gizi, kepiting rajungan menjadi salah satu hasil laut yang permintaan pasarnya tinggi. Kepiting rajungan juga…
  • Kiat Agar Benih Tumbuh Pesat dan Sehat Dalam budidaya ikan, kualitas benih mempengaruhi hasil segmen usaha budidaya pembesaran. Untuk hasilkan benih berkualitas, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Benih ikan merupakan anak ikan…
  • Untuk Benih yang Berkualitas, Sertifikasi CPIB Perlu! Merebaknya wabah TiLV di sejumlah negara membuat segmen pembenihan mendapatkan sorotan. Terlebih dalam urusan impor benih dan induk tilapia dari wilayah yang terkena wabah. Nama…
  • Resirkulasi, Tingkatkan Produksi Massal Benih Kakap Putih Dengan resirkulasi, BPBL Batam mampu meningkatkan tingkat kelulusan hidup larva kakap putih hingga 30%. Kakap putih merupakan salah satu hasil perikanan dengan permintaan pasar global…
  • Tekan Biaya Produksi dengan 10 langkah Sistem Tambak Nurseri Percobaan membuktikan, sistem nurseri pada skala komersial di Asia menghasilkan penurunan biaya produksi antara 15-30% dibandingkan dengan proses budidaya biasa. Tidak hanya itu, dengan dikuranginya…
  • Pengangkutan Benih Ikan Sistem Basah-Tertutup Pengangkutan benih ikan sistem basah antarpulau bukan lagi kendala. Beragam sistem transportasi bisa dijadikan pilihan. Salah satunya sistem basah-tertutup. Saat ini, pengangkutan benih ikan antar…
  • Pembenihan Kakap Putih     Terapkan teknologi pembenihan yang bagus, Ambon andalkan kakap putih.   Direktut PT. Bali Barramundi, I Ketut Bagus Irawan,  memandang budidaya ikan sebagai peradaban…
  • Pembenihan dan Pembesaran Patin di Pekarangan Dikeluarkannya kebijakan pembatasan kuota impor ikan membuat ikan patin menjadi salah satu ikan dalam negeri yang menjadi tumpuhan kebutuhan pasar lokal. Selain menjadi komoditas konsumsi,…
  • Pacu Perkembangan Gonad Kerapu Kertang Meskipun kerapu kertang jantan besutan BBAP Situbondo telah berhasil menghasilkan sperma yang berkualitas untuk menghasilkan kerapu-kerapu hybrid, tetapi induk betinanya belum mampu menghasilkan telur berkualitas…
  • Besarkan Benih Udang Galah Sistem Ugadi Kini, sawah tak lagi sekadar hasilkan padi. Dengan Ugadi, tebar benih udang galah di 1.000 m persegi luas sawah hasilkan 1,52 kwintal udang galah siap…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Kepiting Rajungan dari Induk Alam by Agribisnis Sebagai salah satu hasil laut yang terkenal nikmat dan bernilai gizi, kepiting rajungan menjadi salah satu hasil laut yang permintaan pasarnya tinggi. Kepiting rajungan juga…
  • Kiat Agar Benih Tumbuh Pesat dan Sehat by Agribisnis Dalam budidaya ikan, kualitas benih mempengaruhi hasil segmen usaha budidaya pembesaran. Untuk hasilkan benih berkualitas, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Benih ikan merupakan anak ikan…
  • Untuk Benih yang Berkualitas, Sertifikasi CPIB Perlu! by Agribisnis Merebaknya wabah TiLV di sejumlah negara membuat segmen pembenihan mendapatkan sorotan. Terlebih dalam urusan impor benih dan induk tilapia dari wilayah yang terkena wabah. Nama…
  • Resirkulasi, Tingkatkan Produksi Massal Benih Kakap Putih by Agribisnis Dengan resirkulasi, BPBL Batam mampu meningkatkan tingkat kelulusan hidup larva kakap putih hingga 30%. Kakap putih merupakan salah satu hasil perikanan dengan permintaan pasar global…
  • Tekan Biaya Produksi dengan 10 langkah Sistem Tambak Nurseri by Agribisnis Percobaan membuktikan, sistem nurseri pada skala komersial di Asia menghasilkan penurunan biaya produksi antara 15-30% dibandingkan dengan proses budidaya biasa. Tidak hanya itu, dengan dikuranginya…

  • 1,202,768
  • 606,612
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI