PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JAMBI: KAWASAN TERINTEGRASI DIPERLUKAN UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN POPULASI TERNAK
Home BlogIptekPROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JAMBI: KAWASAN TERINTEGRASI DIPERLUKAN UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN POPULASI TERNAK

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JAMBI: KAWASAN TERINTEGRASI DIPERLUKAN UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN POPULASI TERNAK

Upaya pemerintah untuk mewujudkan kawasan industri yang terintegrasi sebagai salah satu langkah strategis untuk mendukung implementasi revolusi industri generasi ke-4 perlu diapresiasi dengan baik. Pasalnya, kawasan industri dapat berperan penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional melalui industrialisasi, khususnya di bidang peternakan.

Program Pascasarjana Universitas Jambi bekerjasama dengan Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perguruan Tinggi Sustainable Integrated Farming System (PUI-PT SIFAS), telah menyelenggarakan Webinar Nasional Peternakan secara online melalui Zoom Meeting. Kegiatan dengan topik Akselerasi Pengembangan Kawasan Terintegrasi ini dilaksanakan pada Selasa (24/11/2020), dengan peserta dari kalangan dosen, peneliti, mahasiswa dan peternak.

Ketua LPPM Universitas Jambi Dr Ade Octavia menyambut baik atas terselenggaranya Webinar Nasional Peternakan. “Webinar Nasional Peternakan ini merupakan suatu pencapaian besar kita di tengah kondisi pandemi Covid19. Sejatinya kita harus tetatp bergerak ke depan mengerjakan sesuatu yang dapat memberikan manfaat untuk dunia kampus kita, utamanya adalah dunia peternakan, melaluinya dapat dihasilkan pangan yang mengandung protein tinggi,” kata Dr Ade.
Panitia Webinar Nasional Peternakan menghadirkan pembicara handal seperti Ir Sugiono (Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak) menyampaikan materi tentang Kebijakan Percepatan Produksi Ternak Nasional, Dr Andre R Daud (Dosen dan Peneliti Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran) dengan materi Lahan Bekas Tambang untuk Pengembangan Peternakan, Wayan Supadno (Pengusaha Kelapa Sawit, Pelaku Integrasi) dengan materi Nilai Tambah Sistem Integrasi Sawit dan Sapi, dan Ir H Yusrizal (Peneliti Senior PUI-PT SIFAS Universitas Jambi) yang berbicara tentang Sumberdaya Pakan Unggas Potensial Asal Bungkil Inti Sawit. Keempat narasumber ini dimoderatori oleh Dr Ir Mairizal, Peneliti PUI-PT SIFAS Universitas Jambi.
Direktur Pascasarjana Universitas Jambi Prof Dr Hj Anis Tatik Maryani memberikan apresiasi positif atas terlaksananya Webinar Nasional Peternakan ini. “Kita harus bangga dan bersyukur bahwa kita masih diberi kesempatan oleh Nya untuk tetap bisa aktif di tengah pandemi Covid 19,” kata Prof Anis. Ditambahkannya, berbicara terkait pengembangan kawasan terintegrasi, Jambi adalah tempatnya. “Kita mempunyai areal perkebunan kelapa sawit nan luas, darinya dapat diambil biomassa yang bisa didaulat sebagai bahan pakan ternak, baik untuk ternak ruminansia maupun non ruminansia,” papar Prof Anis.
Rektor Universitas Jambi, Prof Drs H Sutrisno menyebut bahwa usaha di bidang peternakan harus tetap digalakkan, hal ini mengingat bahwa pangan bergizi dan menyehatkan itu asalnya dari ternak yang dipelihara, untuk itu upaya menyediakan kawasan yang terintegrasi, misalnya sawit dengan sapi, sawah dengan sapi dan lainnya perlu menjadi kajian yang intens dan terus menerus. “Negeri ini perlu menyediakan kawasan khusus yang terintergrasi, artinya semua hal yang ada di dalam kawasan tersebut dapat bersinergi dengan mutualisme yang terus menerus, hingga didapatkan manfaat besar darinya,” kata Prof Sutrisno. Prof Sutrisno pun menyebut, Provinsi Jambi sampai saat ini masih tercatat sebagai wilayah dengan perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia, artinya beberapa kawasannya dapat dijadikan sebagai kawasan pengembangan ternak. “Kita terus melakukan kajian pada kesesuaian lahan dengan kondisi fisik lahan serta flora yang ada untuk dijadikan sebagai bahan pakan ternak, disamping adanya produk samping dari perkebunan kelapa sawit serta biomassanya,” tutur Prof Sutrisno sebelum membuka kegiatan tersebut.
Dari ke-4 narasumber yang tampil di Webinar Nasional Peternakan ini, dapat disimpulkan bahwa percepatan peningkatan produksi ternak nasional harus diikuti dengan penyediaan lahan yang luas dengan ketersediaan pakan yang mumpuni untuk ternak, baik untuk aktivitas hariannya maupun untuk berproduksi dan bereproduksi. Terkait dengan penyediaan lahan tersebut, kawasan tambang sejatinya bisa dialihfungsikan untuk kawasan pemeliharaan ternak, namun sebelumnya perlu dilakukan perbaikan terutama yang menyangkut pada pengembalian hara tanah agar flora dapat tumbuh subur kembali. Disamping itu, lahan perkebunan kelapa sawit juga dapat dijadikan sebagai kawasan yang terintegrasi, sapi dan sawit yang disebut dapat saling menguntungkan, baik dari produk biomassanya maupun dari produk sampingnya berupa bungkil inti sawit yang kaya dengan beragam nutrien yang dibutuhkan oleh ternak. Namun demikian, peran teknologi terkait dengan perpakanan diperlukan untuk meminimalkan konstrain yang dikandung oleh berbagai produk samping dari industri kelapa sawit dimaksud.
Sumber : www.majalahinfovet.com (Sadarman).

Similar Posts:

Baca Juga:   Larangan Penangkapan Benih Lobster Diuji Publik

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.