Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Saham Malindo Feedmill naik 11,94% hari ini, simak prospek kinerja dan rekomendasi analis

Posted on

Saham Malindo Feedmill. Sentimen positif menyelimuti emiten sektor perunggasan (poultry), tak terkecuali bagi PT Malindo Feedmill Tbk . Stabilnya harga bahan baku pakan ternak, serta meningkatnya harga ayam broiler maupun ayam usia sehari atau day-old chicken (DOC) diproyeksi bakal terus mendorong kinerja Malindo hingga penghujung tahun. Demikian dilaporkan oleh Bisnis.com.

Sepanjang semester pertama lalu, emiten poultry terbesar ketiga di Indonesia ini berhasil mengerek penjualan bersih 13,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp 3,07 triliun. Sementara, laba bersih Malindo melesat 349,68% yoy menjadi Rp 121,08 miliar dari Rp 26,93 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara, harga saham MAIN juga terus terus menanjak. Mengutip RTI, harga MAIN hari ini ditutup naik 11,94% ke level Rp 1.500 per saham.

Analis Danareksa Sekuritas Adeline Solaiman, mengatakan, prospek kinerja MAIN di kuartal ketiga masih cukup cerah. Pasalnya, tren harga ayam yang tinggi masih terjaga hingga Juli bahkan Agustus ini.

“Pada dasarnya, tahun ini memang tahun yang baik buat emiten poultry, termasuk MAIN meski hanya memiliki kapitalisasi pasar yang kecil ketimbang pesaingnya,” ujar Adeline, Senin (20/8).

Mengutip data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, per hari ini senin (20/8), harga rata-rata daging ayam ras segar di pasar tradisional mencapai Rp 37.550 per kilogram (kg). Harga rerata harian ini naik 2,6% dari hari sebelumnya, Kamis (16/8).

Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin dalam risetnya 10 Agustus, juga menyebut, kinerja MAIN di semester-I tercapai melebihi ekspektasi. Margin laba emiten ini kompak bertumbuh, mulai dari margin laba kotor naik dari 11,7% menjadi 14,3%, margin laba operasi naik dari 2,9% menjadi 7,2%, dan margin laba bersih naik dari 0,2% menjadi 4,4%.

“Tingginya permintaan selama Ramadan, ditambah suplai DOC di pasar yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya mengangkat bisnis MAIN di segmen ternak ayam dan ayam pedaging (broiler),” terangnya.

Adeline menambahkan, harga yang tinggi merefleksikan kondisi supply dan demand yang belum seimbang. Berkurangnya suplai ayam sepanjang tahun ini, menurut dia, masih merupakan dampak larangan penggunaan Antibiothic Growth Promoters (AGP) dari pemerintah kepada para peternak unggas sejak awal 2018.

Ke depan, prospek kinerja MAIN diprediksi masih bakal kuat. Memang, sejauh ini pendapatan emiten masih didominasi oleh penjualan pakan ternak dengan porsi 62% dari keseluruhan pendapatan hingga Juni lalu. Namun, analis Trimegah Sekuritas dalam risetnya 13 Agustus menyebut, MAIN juga tengah fokus memperbesar kapasitas bisnis hilirnya, alias segmen DOC dan broiler yang menyumbang 33% dari total pendapatan di semester-I.

“Dalam lima tahun terakhir, kapasitas produksi DOC dan ayam broiler MAIN sudah tumbuh masing-masing 120% dan 35%. Kami yakin MAIN akan tambah fokus pada bisnis downstream untuk menggenjot margin secara keseluruhan dan mengambil peluang lebih dari iklim harga broiler yang stabil,” papar Darien.

Menurutnya, harga penjualan rata-rata DOC dan ayam broiler masih akan terus meningkat. Darien memproyeksi, harga DOC akan tumbuh 20%, sedangkan harga broiler tumbuh 24% di akhir 2018 nanti.

Kenaikan harga penjualan rata-rata tersebut pun lantas turut mengangkat kinerja MAIN. Darien menaruh ekspektasi pendapatan emiten bakal bertumbuh 425% menjadi Rp 256 miliar di akhir tahun. Sementara, Adeline memproyeksi earning per share (EPS) MAIN bisa tumbuh minimal mencapai 336,5%.

“Pertumbuhan EPS bisa lebih tinggi lagi kalau harga saham MAIN terus naik sampai akhir tahun,” pungkas Adeline.

Adapun, Mimi memproyeksi laba bersih MAIN di akhir 2018 bisa menyentuh Rp 151 miliar.

Dari segi harga saham, MAIN telah mencatat kenaikan fantastis mencapai 102,7% secara year-to-date (ytd). Meski sudah naik tinggi, Darien menilai harga MAIN masih diperdagangkan pada rasio PE 10 kali sampai 2019.

Untuk itu ia merekomendasikan beli saham MAIN dengan target harga Rp 2.200 per saham. Menurutnya, harga saat ini terdiskon 38% dibandingkan harga emiten pesaingnya seperti JPFA dan CPIN.

Sementara, Mimi menaikkan target harga MAIN menjadi Rp 1.375 per saham, tetapi menurunkan rekomendasinya dari trading buy menjadi hold. “Hasil kinerja MAIN di semester-I sudah priced-in di pasar dan ada potensi kinerja sedikit melambat di semester-II seiring dengan turunnya tingkat permintaan pascamusim hari raya,” ujar Mimi.

Selain itu, risiko bagi kinerja MAIN juga berasal dari kemungkinan harga bahan baku seperti biji kedelai dan jagung yang naik melampaui ekspektasi, serta intervensi pemerintah terhadap harga yang tidak mendukung emiten perunggasan terintegrasi seperti MAIN.

Setali tiga uang, Adeline juga memberi rekomendasi hold saham MAIN dan belum merevisi target harga dari posisi Rp 1.150 per saham.(KONTAN.CO.ID/Achmad))

Post Terkait:

  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • LABA TERKONTRAKSI, EMITEN UNGGAS ANDALKAN RAMADAN… Bisnis.com. Capaian laba emiten unggas pada 3 bulan pertama tahun ini terkontraksi seiring dengan penurunan harga ayam broiler. Namun, pada kuartal II/2019, pemulihan diprediksikan bakal…
  • Analisa Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk   PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,6 triliun di 4Q19 (+7,1 QoQ; +10,3% YoY) dan membawa pendapatan di 2019 tecatat sebesar Rp36,7…
  • Segmen Broiler Menekan Laba Malindo Feedmill Segmen broiler ditengarai menjadi penyebab utama penurunan laba PT Malindo Feedmil Tbk. pada semester I/2019. Dalam laporan keuangan semester I/2019 yang tidak diaudit, emiten berkode…
  • Pakan Ternak Tumbuh 7% Pertahun Capai 8,13 Juta Ton (( Tahun 2008 konsumsi pakan berkisar 8,13 juta ton dengan asumsi pertumbuhan kebutuhan peternakan 7%. ))Untuk mengimbangi kenaikan produksi unggas, maka konsumsi pakan ternak nasional…
  • Saham Emiten Unggas Kembali Kepakan Sayap, Mana yang… Langkah pemerintah untuk menyerap ayam dari peternak membawa angin segar bagi laju saham emiten perunggasan yang telah menguat dua digit dalam sebulan terakhir. Ketangguhan kepakan…
  • PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA TBK KEPAKKAN SAYAP Charoen Pokphand Indonesia Tbk sebagai emiten perusahaan perunggasan, setahun terakhir ini kinerjanya berhasil mengepakkan sayap hingga 79,27% menuju level Rp6.400 per saham. Sebagai pembanding, kinerja…
  • MALINDO FEEDMILL INDONESIA TARGETKAN PERTUMBUHAN 15% PT Malindo Feedmill Indonesia Tbk, memproyeksikan pertumbuhan penjualan naik 15% sepanjang 2019 menjadi sekitar Rp7,4 triliun. Pada 2017,  Malindo membukukan pertumbuhan penjualan negatif 4% year on…
  • Laba Japfa Comfeed (Jpfa) Naik Hampir Dua Kali Lipat Emiten perunggasan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melaporkan kinerja keuangan kuartal III 2018 yang positif. Profit perusahaan hampir meningkat dua kali lipat. Laba periode…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… by Agribisnis Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… by Agribisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • LABA TERKONTRAKSI, EMITEN UNGGAS ANDALKAN RAMADAN… by Agribisnis Bisnis.com. Capaian laba emiten unggas pada 3 bulan pertama tahun ini terkontraksi seiring dengan penurunan harga ayam broiler. Namun, pada kuartal II/2019, pemulihan diprediksikan bakal…
  • Analisa Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk by Agribisnis   PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,6 triliun di 4Q19 (+7,1 QoQ; +10,3% YoY) dan membawa pendapatan di 2019 tecatat sebesar Rp36,7…
  • Segmen Broiler Menekan Laba Malindo Feedmill by Agribisnis Segmen broiler ditengarai menjadi penyebab utama penurunan laba PT Malindo Feedmil Tbk. pada semester I/2019. Dalam laporan keuangan semester I/2019 yang tidak diaudit, emiten berkode…

  • 1,202,705
  • 606,549
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI