Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Teknik Pemberian Pakan pada Layer Daerah Tropis

Posted on

Pemberian satu kali pakan pada ternak layer memberi banyak manfaat.

Pemberian pakan pada layer di daerah tropis yang paling tepat adalah satu kali, yaitu pada pukul 15:00 waktu setempat. Dalam artikel ini penulis ingin mengulasnya agar para peternak layer benar-benar jelas dan tidak terjadi simpang siur pengertiannya tentang teknik pemberian pakan pada ayam di daerah tropis yang bisa diterapkan.

Secara alami, dorongan ayam untuk makan adalah untuk mencukupi kebutuhan akan energi/kalori, karena ayam memiliki suhu tubuh tinggi, 40oC (manusia 37oC). Sedangkan komponen pakan yg lain, hanya sebagai pelengkap kecukupan gizinya. Secara alami pula, nafsu makan ayam terbanyak (70-80%) adalah pada sore hari, tiga jam sebelum matahari tenggelam dan ayam lebih suka makan saat cuaca bersuhu dingin, <27oC.

Menurut pengalaman penulis, pada malam sampai dini hari, pukul 18:00-01:00 waktu setempat (7 jam), tanpa lampu tambahan, biarkan ayam tidur. Makhluk hidup perlu istirahat yang cukup 7-8 jam. Justru penyerapan gizi pakan terutama kalsium akan lebih sempurna saat makhluk hidup tidur. Jika lampu dinyalakan pada pukul 18:00-22:00 waktu setempat, sisa cuaca panas sore hari masih ada, belum benar-benar dingin. Cukup berikan sinar tambahan pada pukul 01:00-06:00 waktu setempat (5 jam) dengan dosis 20-40 lux, bila pakai lampu neon SL, dayanya 0,8-1,0 Watt/m-2 luas dalam kandang atau lampu pijar 3,0-3,5 Wat/m-2.

Jarak terjauh dari titik lampu ke mata ayam dua meter, agar memudahkan pengaturan menyala dan mati otomatis, instalasi listrik penerangan di dalam kandang harus dipasangi “timer” untuk mengatur nyala lampu secara terprogram. Keuntungannya, bisa dipastikan pada dini hari cuacanya dingin, begitu lampu menyala pada pukul 01:00 waktu setempat, ayam akan bangun kemudian minum dan makan. Saat cuaca dingin lah, ayam akan lebih suka makan tanpa resiko heat stress.

Hal itu pun dapat dilakukan dengan, pagi hari antara pukul 06:00-07:00 waktu setempat, sisa pakan diratakan, seharusnya masih tersisa -/+ 1,5 cm, kemudian pada pukul 09:00 waktu setempat, pakan diratakan kembali, yang tebal dipindah ke bagian yang tipis dan standarnya pakan yang tersisa -/+ 0,5 cm, bila pada pukul 09:00 waktu setempat pakan tipis atau habis, langsung ditambah 2-3 gram/ekor, dibagi secara merata. Sebagai catatan, jatah pakan yang akan diberikan pada sore hari pukul 15:00 waktu setempat perlu ditambah 2-3 gram/ekor agar pakan habis di hari berikutnya pukul 12:00 waktu setempat. Sebab pada waktu itulah yang digunakan sebagai patokan feed intake harian sesuai dengan kebutuhan ayam layer (ad libitum) dan bisa berubah setiap harinya.

Puasakan pakan selama tiga jam mulai pukul 12:00-15:00 waktu setempat, setiap hari, dengan tetap memberikan air minum (ad libitum). Bila pada pukul 12:00 waktu setempat pakan belum habis, sisa pakan harus dikuras. Hasil kurasan pakan ditimbang, bisa diberikan kembali pada pukul 15:00 waktu setempat. Karena ada pakan sisa, maka jatah pakan sore hari dikurangi sebanyak dua kali sisa pakan, agar jatah pakan hari berikutnya tepat habis pada pukul 12:00 waktu setempat.

Dengan program pengosongan pakan tiga jam pada siang hari memberi manfaat:
• Mengurangi resiko stress akibat panas (heat stress).
• Tempat pakan selalu bersih terhindar dari jamur.
• Dalam siklus sehari (24 jam), supaya ayam memakan semua komponen pakan, baik yang berbentuk butiran mau pun yang berbentuk tepung (mash).
• Karena itu perlu didukung pemotongan paruh ayam yang kedua pada umur 9-10 minggu. Selain untuk mengurangi sifat kanibalisme, manfaat lain agar ayam bisa makan dengan baik walau pakannya berbentuk tepung.
• Penghematan pakan 1 gram/ekor/hari dibanding tidak dipuasakan.

Sebenarnya, ayam itu sendiri yang menentukan berapa jatah pakannya (feed intake) yang dibutuhkan, tugas peternak hanya menyediakan pakan yang jumlahnya cukup dengan kualitas baik dan benar, serta seimbang komponen penyusunnya. Ibarat bahan bakar, berikan pakan dengan kualitas yang setara dengan Pertamax Plus Ron-95 atau Pertamax Turbo Ron-98, agar irit.

Sebisa mungkin gunakan Digestible Booster untuk pakan, yaitu probiotika khusus untuk ayam, yang bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya cerna pakan di saluran pencernaan.

Dari metode pemberian pakan satu kali ini, bila dicatat dengan baik dan benar, maka peternak bisa mengevaluasi dan tahu korelasi antara kualitas pakan dengan:
a. Feed intake (asupan pakan) yang tepat sesuai kebutuhan ayam layer.
b. Bobot badan ayam layer harus ditimbang setiap bulan dengan pengambilan sampel secara diagonal random sampling.
c. HD % diharapkan bisa sesuai standar strain, yaitu antara 82-84%.
d. Bobot telur (egg weight) per butir diharapkan bisa minimum 63 gram/butir.
e. Bobot kg telur per 1.000 ekor (egg mass) diharapkan bisa 51-52 kg.
f. FCR diharapkan bisa rata-rata 2,05-2,09.

Manfaat
Kombinasi pencahayaan pada dini hari (01:00-06:00 waktu setempat) dan pemberian pakan satu kali dalam sehari pada pukul 15:00 waktu setempat, memberikan keuntungan diantaranya:
1. Sampai dengan pukul 12:00 waktu setempat, keluarnya telur sudah 80-85%. Misal, jumlah layer 1.000 ekor, saat HD 90% (900 butir), maka telur yang keluar sudah 720-765 butir. Sisanya, 20-15% keluar siang sampai sore.
2. Beban kerja operator kandang terbagi merata. Pagi panen telur tanpa memberi pakan, sebaliknya sore hari sedikit panen telur, sembari memberi pakan.
3. Ada sisa waktu longgar pada pagi sampai siang untuk urusan membersihkan tempat pakan, tempat minum dan lain-lain.
4. Ada kepastian jumlah feed intake berdasarkan kemauan dan kemampuan ayam untuk makan sesuai cuaca yang sedang dirasakan oleh ayam. Saat musim panas feed intake sedikit, namun saat musim dingin feed intake tinggi.

Bila peternak ingin merubah kebiasaan pemberian pakan dari 2-3 kali sehari menjadi satu kali sehari, harus dilakukan secara bertahap selama dua minggu. Perlu diingat, jangan pernah melakukan perubahaan kebiasaan secara mendadak, sebab hal itu akan menimbulkan behavior stress (stress akibat perubahan kebiasaan). (Djarot Winarno)

Post Terkait:

  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • KONTROL SUHU DAN KELEMBAPAN SAAT BROODING Untuk mencapai sukses pada periode awal pemeliharaan ayam (periode starter), apakah ayam bibit (breeder), ayam pedaging (broiler) atau ayam petelur (layer), kontrol suhu dan kelembaban…
  • REFLEKSI HARI LAHIR PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN… Tanggal 26 Agustus merupakan hari lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia. Tanggal ditetapkan karena berdasarkan penelusuran sejarah pada tanggal tersebut tepatnya ditahun 1836 pemerintah Hindia-Belanda…
  • Maksimalkan Potensi Genetik Ayam Modern, Optimalkan… Pemakaian infrared radiant heater sebagai alat pemanas untuk sistem lokal brooder mampu menghasilkan rasa hangat yang konstan terhadap anak ayam dalam lingkungan brooder, sehingga sangat…
  • Kontrol Suhu dan Kelembaban Saat Brooding     Peran brooder sangat penting untuk menjaga suhu dalam kandang saat masa brooding, agar ayam nyaman dan pertumbuhannya bisa optimal. Untuk mencapai sukses pada…
  • Menghindari Serangan IBH (Inclusion Body Hepatitis)… Pemeliharaan broiler prosesnya sangat cepat. Untuk mencapai finish dengan normaldiperlukan kondisi fit sejak kedatangan DOC di farm, yang tidak hanya berpedoman padakondisi fisik secara kasat…
  • PRINSIP PEMBERIAN PAKAN SAPI PEDAGING   Ternak sapi pedaging (Sumber: Istimewa) Dalam penggemukan sapi, pakan yang diberikan harus memenuhi jumlah tertentu dengan kandungan energi dan protein yang cukup, sehingga menghasilkan…
  • GELIAT SENYAP BETA-GLUCAN | Majalah Infovet I… Oleh: Tony Unandar (Anggota Dewan Pakar ASOHI) Pada era pasca non-AGP (antibiotic growth promoter), disamping konsistensi implementasi konsep-konsep biosekuritas di lapangan, juga optimalisasi sistem imunitas…
  • SIASAT PAMUNGKAS PASCA NON-AGP (BAG. I: GUT INTEGRITY) Pasca non-AGP banyak pilihan produk suplementasi yang dapat digunakan untuk membantu pertumbuhan ataupun merawat integritas saluran cerna ayam. (Sumber: Istimewa) Oleh: Tony Unandar (Konsultan Perunggasan &…
  • MENYOROTI PERMENTAN 32/2017, DICABUT ATAU DIREVISI? Pusat Kajian Pertanian Pangan & Advokasi (PATAKA) bersama beberapa asosiasi di bidang peternakan bersama melakukan Webinar via daring. Seminar tersebut membahas Permentan No. 32 tahun…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • MENILIK UNTUNG - RUGI PASCA PELARANGAN AGP by Agribisnis Setahun berlalu sejak terbitnya Permentan No.17/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Salah satu poin dalam peraturan tersebut yakni dilarangnya Antibiotic Growth Promoter (AGP) ke dalam pakan…
  • KONTROL SUHU DAN KELEMBAPAN SAAT BROODING by Agribisnis Untuk mencapai sukses pada periode awal pemeliharaan ayam (periode starter), apakah ayam bibit (breeder), ayam pedaging (broiler) atau ayam petelur (layer), kontrol suhu dan kelembaban…
  • REFLEKSI HARI LAHIR PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN… by Agribisnis Tanggal 26 Agustus merupakan hari lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia. Tanggal ditetapkan karena berdasarkan penelusuran sejarah pada tanggal tersebut tepatnya ditahun 1836 pemerintah Hindia-Belanda…
  • Maksimalkan Potensi Genetik Ayam Modern, Optimalkan… by Agribisnis Pemakaian infrared radiant heater sebagai alat pemanas untuk sistem lokal brooder mampu menghasilkan rasa hangat yang konstan terhadap anak ayam dalam lingkungan brooder, sehingga sangat…
  • Kontrol Suhu dan Kelembaban Saat Brooding by Agribisnis     Peran brooder sangat penting untuk menjaga suhu dalam kandang saat masa brooding, agar ayam nyaman dan pertumbuhannya bisa optimal. Untuk mencapai sukses pada…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI