
PT Kimia Farma (Persero) Tbk. menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (18/9/2019). Hasilnya, Verdi Budidarmo ditunjuk sebagai Direktur Utama Kimia Farma menggantikan Honesti Basyir.
Sementara itu, Honesti Basyir ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) per 13 September 2019, menggantikan Rahman Rustan. Selain itu, I Gusti Ngurah Suharta Wijaya juga ditunjuk sebagai Direktur Keuangan dan Mitra Bisnis Bio Farma, yang sebelumnya merupakan Direktur Keuangan Kimia Farma.
“Bu Rini [Menteri BUMN Rini Soemarno] sudah menugaskan Pak Honesti ke Bio Farma sebagai Dirut,” ujar Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro usai RUPSLB.
Verdi Budidarmo sebelumnya menjabat sebagai Direktur Produksi & Supply Chain Kimia Farma sejak 20 April 2017. Sementara itu, Direktur Keuangan Kimia Farma kini dijabat oleh Pardiman, yang sebelumnya merupakan Direktur Keuangan Bio Farma.
Selain merombak susunan direksi perseroan, RUPSLB juga menyetujui penambahan modal perseroan dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue serta perubahan anggaran dasar perusahaan berkode saham KAEF tersebut.
Dengan disetujuinya rights issue, maka Kimia Farma akan mengeluarkan saham baru dari perseroan. Hal tersebut diambil dalam rangka penambahan modal emiten farmasi tersebut.
Dengan demikian, susunan dan jabatan dewan komisaris dan direksi Kimia Farma menjadi sebagai berikut:
Komisaris Utama: Untung Suseno Sutarjo
Komisaris Independen: Wahono Sutarjo
Komisaris Independen: Nurrachman
Komisaris: Subandi Sardjoko
Komisaris: Chrisma Aryani Albandjar
Direktur Utama: Verdi Budidarmo
Direktur Keuangan: Pardiman
Direktur pengembangan Bisnis: Imam Fathorrahman
Direktur Produksi & Supply Chain: Andi Prazos
Direktur Umum dan Human Capital: Dharma Syahputra
Narasumber : market.bisnis.com
Post Terkait:
- PEKAN DEPAN AKAN DIBAGIAN EMITEN DIVIDEN DI… Pada jadwal pembagian dividen itu berdasarkan pengumuman dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Pemegang saham yang berhak atas dividen tunai adalah yang tercatat sebagai pemilik…
- BTPS, CTRA, JPFA Jadi Keluarga Baru LQ45, Siapa Terdepak? PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar Indeks LQ45 terbaru, Kamis (25/7/2019). Daftar ini dibuat berdasarkan evaluasi mayor yang dilakukan pada Juli 2019. Dalam daftar…
- Harga Ayam Naik di Pertengahan 2020, Saham PT… Kenaikan harga ayam broiler sepanjang bulan Juni sempat mengangkat saham emiten poultry. Investor berekspektasi harga broiler yang naik signifikan akan membantu kinerja sektor poultry. Jika…
- Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
- Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
- Kuartal III/2019, Kimia Farma (KAEF) Bakal Terbitkan… Emiten farmasi, PT Kimia Farma (Persero) Tbk. berencana kembali menerbitkan surat utang jangka menengah atauĀ medium term notesĀ (MTN) senilai Rp1 triliun pada kuartal III/2019 sebagai upaya…
- PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA TBK KEPAKKAN SAYAP Charoen Pokphand Indonesia Tbk sebagai emiten perusahaan perunggasan, setahun terakhir ini kinerjanya berhasil mengepakkan sayap hingga 79,27% menuju level Rp6.400 per saham. Sebagai pembanding, kinerja…
- Kuartal I/2019, Laba Emiten Farmasi Tertekan PT Phapros Tbk. mencatat penurunan laba terbesar yakni 59,23% secara tahunan, diikuti PT Kimia Farma Tbk. sebesar 44,54%, PT Merck Tbk. sebesar 42,34%, dan PT…
- JUAL SAHAM JPFA, KKR UNTUNG RP493,15 MILIAR Kohlberg Kravis Roberts (KKR) mengantongi keuntungan hingga Rp493,15 miliar usai menjual saham 3,3% saham PT JAPFA COMFEED INDONESIA TBK. Akurat info dari www.Bisnis.com Kohlberg Kravis…
- PT Kimia Farma Tbk segera menyelesaikan proses… PT Kimia Farma (Persero) Tbk. segera menyelesaikan proses akuisisi 56,77% saham Phapros yang dimiliki PT Rajawali Nusantara Indonesia. Emiten dengan kode saham KAEF ini berencana…