Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Optimalkan Pertumbuhan Udang dengan Biosecurity

Posted on

 

Oleh: Dr. Ir. Agus Priyono, M.Si

 

 

Penerapan manajemen kesehatan ikan dan lingkungan belum sepenuhnya dilaksanakan secara konsisten, oleh pembudidaya udang di Indonesia. Pembudidaya kita melakukan usaha budidaya, masih berdasarkan kebiasaan turun temurun yang diwariskan dari pendahulunya.

 

Secara umum kasus penyakit udang terjadi karena adanya penurunan kualitas lingkungan perairan serta perubahan iklim yang ekstrim. Selain itu penurunan kualitas benur juga menjadi salah satu faktor penyebab penyakit mudah menyerang.

 

Penyebab penyakit tersebut biasanya melalui lalu lintas media pembawa, dapat berupa udang maupun air yang masuk dari luar negara atau penyebaran antar wilayah. Salah satunya kasus seperti White Feces Disease (WFD) yang sudah terjadi di Provinsi Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi selatan.

 

Antisipasi guna terhindar dari serangan penyakit pada udang yakni dengan Penerapan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan Cara Pembudidayaan Ikan yang Baik (CBIB). Selain itu menerapkan manajemen kesehatan ikan dan lingkungan. Seperti menggunakan benih dan Induk Unggul (SPF Specific Pathogen Free/SPR specific pathogen resistant).

 

Selain itu menerapkan vaksinasi untuk benih dan induk. Menggunakan obat ikan yang telah terdaftar. Memelihara ikan sesuai baku mutu air budidaya, yang bebas dari pencemaran dan sesuaikan dengan daya dukung perairan. Memeriksa kualitas air dan penyakit secara periodik. Memeriksa kandungan residu pada ikan yang dikonsumsi. Penerapan biosecurity dan mampu menunjukkan ketertelusuran (Traceability).

 

Adapun yang kami lakukan dalam menghambat penyebaran peyakit antara lain dengan melakukan program survailan penyakit Infectious Myonecrosis Virus (IMNV), White Spot Syndrome Virus (WSSV), White Feces Disease (WFD) dan Enterocytozoon Hepatopenaei (EHP) sejak tahun 2015 hingga saat ini di tiga kawasan (Lampung Selatan, Tangerang dan Banyuwangi).

 

Melakukan monitoring terhadap penyakit ikan penting termasuk didalamnya penyakit WSSV dan IMNV di seluruh Indonesia. Pengaturan lalu lintas mengikuti dengan aktif perkembangan terkini terkait penyakit ikan melalui workshop, seminar tingkat internasional, regional dan nasional. Sosialisasi perkembangan informasi dan cara pengendalian penyakit ikan terkini yang melibatkan para pembudidaya, pembenih, unit pengolahan, penyedia sarana produksi (pakan, obat ikan) beserta asosiasinya, pakar baik pemerintah maupun swasta.

 

Bentuk kerjasama kami diantaranya survailan penyakit bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (Direktorat Jenderel Perikanan Budidaya, Badan LITBANG, dan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu), Pemerintah daerah, Perguruan Tinggi dan Swasta. Membangun kepedulian stakeholder perikanan budidaya terhadap penyakit yang dilakukan melalui public private partnership.

 

Kami juga melakukan kerjasama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) melalui TCP/INS/3402: Development Of A Preventive Aquatic Animal Health Protection Plan And Enhancing Capacities To Shrimp Disease Outbreaks in Indonesia. Kerjasama ini telah menghasilkan beberapa output berupa:

  • Guideline On Surveillance and Information System;
  • Guideline on Emergency Response and Contingency Plan,
  • Guideline on Farm Level Biosecurity,
  • National Aquatic Animal Health Strategy
  • Aplikasi pelaporan cepat penyakit ikan/udang berbasis sms gateway (Indonesian Aquatic Animal Disease Alert System/IAADAS);

 

Peningkatan kapasitas laboratorium kesehatan ikan berstandar internasional melalui OIE Twinning Programe yang melibatkan 2 (dua laboratorium UPT DJPB yaitu:

  • Laboratorium BPBAP Situbondo dengan Laboratorium Patologi Krustase Universitas Arizona sebagai laboratorium rujukan OIE dalam mendiagnosa penyakit udang (WSSV, IMNV, IHHNV, TSV)
  • Laboratorium BBPBAT Sukabumi dengan Laboratorium Nasional Research Istitute of Aquaculture (NRIA) – Jepang sebagai laboratorium rujukan OIE dalam mendiagnosa penyakit Koi Herves virus (KHV)

 

Membangun database penyakit ikan melalui Software Sistem Monitoring Penyakit Ikan (SSMPI) online yang hasilnya dapat diakses oleh masyarakat umum melalui www.impikan.kkp.go.id

Selanjutnya Baca di Majalah info Akuakultur

Post Terkait:

  • Budidaya Ikan dan Ketahanan Pangan (Andang S Indartono) Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah pulau sekitar 17 ribu, yang memiliki sumber daya laut yang besar, baik sumber daya hayati maupun non hayati. Tidak…
  • Budi Daya Udang Berbasis Ilmu dan Teknologi Oleh  M. Ghufran H. Kordi K. Penulis buku Perikanan dan Kelautan   Indonesia adalah salah satu produsen udang utama di dunia dan menempati urutan ketiga…
  • Menangkap Peluang dari Kasus Produk Ikan Dori Ilegal Oleh: Cocon, S.Pi, M.Si     Baru-baru ini konsumen dikejutkan dengan laporan adanya bahan berbahaya dalam produk daging ikan patin (dori) yang diperdagangkan pada salah…
  • Untung Berlipat dari Budidaya Skala Rakyat Oleh: Supito, S.Pi.,M.Si   Komoditas perikanan khususnya udang penaeid mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan. Kebutuhan pasar ekspor udang penaeid  masih belum terpenuhi, bahkan cenderung…
  • Peran Besar Perikanan Budidaya Oleh: Rezi Hidayat Peneliti di Rokhmin Dahuri Institute   Seiring pertumbuhan penduduk dan kesadaran manusia terhadap asupan gizi, Ikan sebagai makanan yang kaya akan gizi,…
  • Akuakultur Organik, antara Tantangan dan Harapan Oleh:  Alexandre Veille, OLMIX Indonesia Aqua Expertise Kisah ini menceritakan hubungan yang saling menguntungkan antara hewan ternak dan manusia. Hewan ternak secara teratur mendapatkan pakan…
  • Mengembangkan Industri Patin Oleh: Widyatmoko Aquaculture – Management Information System, PT Suri Tani Pemuka (STP) Semua jenis ikan mempunyai prospek yang baik, dengan perencanaan dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh,…
  • Haruskah Ikan Diawetkan? Oleh : Baiq Mirna Fitriani   Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan R.I No 722/MENKES/PER/IX/88, yang dimaksud dengan Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan yang biasanya tidak…
  • BERBAGAI JENIS NILEM DI JAWA BARAT Oleh  : Yuli Andriani Keberadaan habitat seperti sungai, danau, dan waduk merupakan penunjang bagi kehidupan serta keanekaragaman ikan di Jawa Barat. Salah satu asli Jawa…
  • Peran “Generasi Millenial” dalam Peningkatan… Oleh: Rifqi Dhiemas Aji (Konsultan Teknis Peternakan dan Perikanan PT. Natural Nusantara) Berdasarkan proyeksi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Indonesia tahun 2035…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

September 2026
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Budidaya Ikan dan Ketahanan Pangan (Andang S Indartono) by Agribisnis Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah pulau sekitar 17 ribu, yang memiliki sumber daya laut yang besar, baik sumber daya hayati maupun non hayati. Tidak…
  • Budi Daya Udang Berbasis Ilmu dan Teknologi by Agribisnis Oleh  M. Ghufran H. Kordi K. Penulis buku Perikanan dan Kelautan   Indonesia adalah salah satu produsen udang utama di dunia dan menempati urutan ketiga…
  • Menangkap Peluang dari Kasus Produk Ikan Dori Ilegal by Agribisnis Oleh: Cocon, S.Pi, M.Si     Baru-baru ini konsumen dikejutkan dengan laporan adanya bahan berbahaya dalam produk daging ikan patin (dori) yang diperdagangkan pada salah…
  • Untung Berlipat dari Budidaya Skala Rakyat by Agribisnis Oleh: Supito, S.Pi.,M.Si   Komoditas perikanan khususnya udang penaeid mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan. Kebutuhan pasar ekspor udang penaeid  masih belum terpenuhi, bahkan cenderung…
  • Peran Besar Perikanan Budidaya by Agribisnis Oleh: Rezi Hidayat Peneliti di Rokhmin Dahuri Institute   Seiring pertumbuhan penduduk dan kesadaran manusia terhadap asupan gizi, Ikan sebagai makanan yang kaya akan gizi,…

  • 1,235,290
  • 637,682
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI