Peran “Generasi Millenial” dalam Peningkatan Perikanan Nasional

Oleh: Rifqi Dhiemas Aji

(Konsultan Teknis Peternakan dan Perikanan PT. Natural Nusantara)

Berdasarkan proyeksi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Indonesia tahun 2035 diperkirakan mencapai 305,7 juta jiwa. Maka pertambahan pertahunnya diproyeksikan sebanyak 2,5 juta per tahun dan pertambahan dalam 20 tahun ke depan bertambah sekitar 50,2 juta jiwa.

Selain itu, masih
berdasarkan data BPS, pada tahun 2015 sekitar 53,3% dari penduduk Indonesia
tinggal di daerah perkotaan. Lalu diproyeksikan pada tahun 2035 mendatang, arus
urbanisasi akan meningkat menjadi 66,6%.

Sehingga arus urbanisasi
yang tinggi, diprediksikan akan mengurangi jumlah penduduk di pedesan dan
berdampak pada produsen pangan yang rata rata berdomisili di desa, baik perikanan,
peternakan dan pertanian secara umum akan mengalami penurunan.

Berdasarkan
laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait pertumbuhan industri sektor
perikanan, produksi perikanan nasional mengalami kenaikan pada angka diatas 23
juta ton dimana tahun 2015 pada angka 20 juta ton.

Angka tersebut bisa saja
terus terjaga atau naik jika pemerintah mengeluarkan kebijakan atau promosi
terhadap sektor perikanan yang lebih baik. Indonesia sendiri pada awal tahun
2018 sudah menerbitkan roadmap Making Indonesia 4.0 yang menjelaskan jika
sektor makanan dan minuman menjadi prioritas pertama dari 5 prioritas unggulan
di era Revolusi Industri 4.0.

Baca Juga:   Untung Berlipat dari Budidaya Skala Rakyat

Kekhawatiran
dalam produksi perikanan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional adalah
berkurangnya luas lahan perikanan budidaya akibat alih fungsi lahan yang
berpindah, menurunnya minat pelaku budidaya perikanan dalam beternak ikan yang
diakibatkan pengaruh sektor lain yang lebih menjanjikan serta lemahnya sumber
daya manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi perikanan.

Dengan pengetahuan dan
kemampuannya dalam berbagai sektor, anak muda atau generasi penerus ini harus
menyadari bahwa kontribusi dalam dunia perikanan sedang ditunggu tunggu.

Baik sebagai tenaga ahli
perusahaan, pemerintahan, enterpreneur maupun sociopreneur yang
bergerak dalam memajukan perikanan Nasional. Sebab, sektor perikanan hampir
selalu menjadi anak tiri dalam pembangunan, karena pola pikir yang tertanam
pada generasi muda saat ini adalah pekerjaan atau usaha di bidang perikanan
kurang menjanjikan dibandingkan dengan menjadi pekerja kantoran.

Hal tersebut juga dapat
menjadi alasan mengapa arus urbanisasi sangat tinggi, karena orang di desa
menganggap mencari peruntungan di kota lebih baik ketimbang membangun sendiri
desanya masing-masing.

Dalam
revolusi keempat ini, kita menghadapi serangkaian teknologi baru yang
mengombinasikan berbagai disiplin ilmu dengan dunia digital. Teknologi
teknologi baru ini akan berdampak pada semua disiplin, ekonomi dan industri,
bahkan akan menantang ide kita tentang arti manusia.

Baca Juga:   Probiotik Herbal untuk Sukses Budidaya Udang

Teknologi
ini memiliki potensi besar menghubungkan jutaan manusia melalui web,
meningkatkan efisiensi bisnis dan organisasi secara drastis, dan membantu
regenerasi lingkungan alami melalui manajemen aset yang lebih baik, mengurangi
kerusakan yang terjadi.

Pada era Revolusi
Industri 4.0 ini, secara bersamaan Indonesia mengalami bonus demografi dimana
jumlah usia kerja produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia kerja non
produktif.

Hal ini perlu
diantisipasi dan diarahkan untuk menampilkan sisi positif dari bonus demografi
yang terjadi. Generasi muda nan produktif ini perlu diarahkan dan ditumbuhkan
“ruh” dalam membangun sektor perikanan Nasional mengingat perikanan masih
merupakan sektor penting bagi kebutuhan pangan Nasional.

Tidak sedikit saat ini
mulai bermunculan inovasi inovasi hasil kreasi anak muda di bidang perikanan
yang sangat diperlukan pada saat ini. Beberapa inovasi yang sudah mulai
bertumbuh seperti platform digital untuk pelaku perikanan dan investor perikanan
yang dapat menghubungkan akses permodalan, pemasaran, serta manajemen perikanan.

Inovasi lainnya seperti
jejaring bisnis lewat sistem aplikasi yang mengutamakan efisiensi sehingga bisa
tercapainya kemudahan dalam transportasi, logistik, komunikasi, serta produksi
lewat jejaring.

Baca Juga:   Tiga Jurus Menang Bersaing (Bambang Suharno)

Disisi lain, generasi muda yang
berkecimpung dalam budidaya perikanan juga harus mampu dan selalu siap apabila
harus beternak mandiri secara intensif serta siap mendampingi apabila
dibutuhkan oleh pelaku perikanan tradisional di lapangan.

Kemajuan teknologi ini akan
memaksa para peternak rakyat di perdesaan untuk beradaptasi. Namun, peran
generasi muda dan pemerintah harus terus mendukung masyarakat supaya memiliki
daya saing dengan penyediaan infrastruktur dan kebutuhan untuk menuju
digitalisasi. Pangan dan perikanan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan
dan harus selalu menjadi bagian dalam prioritas pembangunan negeri ini.

Menengok
pada sektor industri perikanan Indonesia yang secara data telah menunjukkan
angka perkembangan yang positif walau belum mampu mendongkrak pertumbuhan
ekonomi nasional, padahal dengan potensi sumberdaya perikanan yang melimpah
seharusnya sektor ini mampu menjadi sektor andalan.

Sejatinya membahas
tentang perikanan kedepan harus melingkupi berbagai persoalan-persoalan yang
sangat mendasar dan substansial. Pada Saat sekarang ini kehadiran dan peran
pemerintah sangatlah diharapkan, berbagai persoalan penting yang berpengaruh
terhadap ketahanan dan keberlanjutan perikanan menjadi penting dan harus
menjadi perhatian semua kalangan terutama kalangan pemegang kebijakan.

Isu lingkungan dan perijinan
yang kerap kali dilontarkan terhadap sektor perikanan oleh berbagai
kalangan, baik dari internal maupun kalangan eksternal menjadi “bola liar” yang
berpotensi merugikan bahkan mengancam keberlanjutan industri perikanan di
negara kita.

Similar Posts:

  • Comments
  • 0

Sign up for Newsletter

Sign up to get our latest exclusive updates, deals, offers and promotions.