Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Budidaya Ikan dan Ketahanan Pangan (Andang S Indartono)

Posted on

foto-diri-asIndonesia merupakan negara besar dengan jumlah pulau sekitar 17 ribu, yang memiliki sumber daya laut yang besar, baik sumber daya hayati maupun non hayati. Tidak hanya kekayaan laut, daratan Indonesia juga memiliki perairan tawar luas yang menyimpan potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dengan potensi perairan yang begitu besar, maka budidaya ikan di Indonesia pun sangat prospektif, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun jika untuk keperluan ekspor. Potensi besar pasar ikan hasil budidaya dapat dilihat dari terus meningkatnya jumlah penduduk dan makin sadarnya konsumen untuk mengonsumsi ikan. Naiknya konsumsi ikan berarti meningkatnya kesehatan dan kecerdasan seseorang.

Ikan hasil budidaya di Indonesia, baik ikan air tawar maupun ikan laut memiliki daya saing yang baik dengan ikan hasil budidaya dari negara lain, karena iklim di Indonesia sangat kondusif untuk budidaya ikan. Menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), selama periode 2010 – 2014, produksi perikanan budidaya telah mengalami peningkatan produksi sebesar 23,75 % yaitu dari 6,3 juta ton pada 2010 menjadi 14,5 juta ton.

Pertumbuhan sebesar itu memiliki kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Perikanan budidaya yang memiliki kontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yakni komoditas ikan air tawar seperti Nila, Mas, Lele, Gurame dan Patin. Komoditas air tawar bahkan telah mampu berkontribusi sebesar 60% dari total produksi perikanan budidaya. Hal ini membuktikan bahwa perikanan budidaya memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat seriring dengan pertumbuhan penduduk Indonesia.

Tingginya pertumbuhan budidaya ikan tersebut harus didukung oleh suplai pakan ikan yang alangkah baiknya jika lebih banyak menggunakan bahan baku pakan lokal dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang sangat melimpah di tanah air. Pemanfaatan bahan baku pakan ikan dari dalam negeri akan sekaligus meningkatkan pendapatan pembudidaya karena dengan demikian biaya produksi usaha budidaya perikanan tidak terlalu tergantung pada bahan baku impor yang harganya lebih mahal.

Data dari KKP (2015) menunjukkan, kebutuhan pakan ikan dan udang secara nasional pada tahun 2015 mencapai 9,27 juta ton dimana 49 % nya merupakan kebutuhan pakan ikan air tawar seperti ikan mas, nila, gurame, patin dan lele. Kalau melihat target produksi perikanan budidaya yang dicanangkan pemerintah di 2015 yang mencapai 16,9 juta ton, maka akan dibutuhkan pakan ikan dan udang secara nasional sebanyak 9,27 juta ton, yang mana 49 % diantaranya adalah kebutuhan pakan ikan komoditas air tawar. Atas hal itulah maka Gerakan Kemandirian Pakan Ikan yang telah dicanangkan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan harus didukung dan direalisasikan di sentra-sentra produksi budidaya perikanan, sehingga tidak sekadar menjadi wacana semata.

Penggunaan bahan baku pakan lokal sebenarnya telah menjadi bagian dari kearifan lokal para pelaku budidaya ikan di beberapa daerah di Tanah Air. Penggunaan Azolla sp untuk bahan baku pakan ikan adalah salah satu contohnya. Tanaman air yang mudah tumbuh dan dibudidayakan ini menurut beberapa hasil penelitian memperlihatkan kandungan protein 21–23%, sehingga Azolla bisa digunakan sebagai subtitusi pakan ikan sebagai sumber protein.

Azolla juga mudah dan murah untuk dibudidayakan, sehingga sangat cocok untuk mendukung usaha budidaya ikan seperti seperti budidaya nila, lele, dan gurameyang dilakukan masyarakat.

Sumber gizi penting

Walaupun tingkat konsumsi ikan di masyarakatmasih rendah, tetapi peluang bisnis dari budidaya ikan air tawar masih sangat tinggi. Hal ini disebabkan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, mencapai 240 juta jiwa -yang jika pendapatan per kapita naik sedikit saja, maka permintaan akan ikan pun ikut terdongkrak secara signifikan. Potensi menggiurkan budidaya ikan juga dipicu oleh hasil budidaya yang kerap menjadi bahan baku industri olahan makanan, yakni bisnis makanan olahan berbahan ikan. Contohnya adalah olahan abon ikan, nugget berbahan ikan patin dan lele, serta bakso ikan, otak-otak, kerupuk, dan sarden. Produk olahan hasil perikanan budidaya ini memberikan keuntungan lebih besar dibanding jika dipasarkan dalam bentuk ikan segar atau berbentuk komoditi.

Dengan sentuhan teknologi pangan yang tepat, maka produk olahan hasil budidaya ikan tersebut akan menjadi salah satu andalan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Sentuhan teknologi pangan itu antara lain adalah cara pengolahan yang memenuhi persyaratan keamanan pangan, teknologi pengolahan dengan pemanasan yang tepat seperti pada pembuatan ikan kaleng, teknologi marinasi yang stabil, atau teknologi penggorengan yang tepat. Dengan berbagai teknologi olahan pangan yang beragam, menjadikan para pelaku bisnis olahan hasil budidaya ikan memiliki berbagai pilihan dalam mewujudkan produk hasil ikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan permintaan konsumen saat ini.

Terlebih lagi, produk ikan memiliki sejumlah kelebihan zat gizi yang dapat menunjang ketahanan pangan masyarakat. Zat gizi yang terkandung dalam ikan tersebut antara lain Asam Lemak Omega-3 yang sangat bermanfaat dalam menjaga arteri dari penyumbatan dan menurunkan tekanan darah. Asam lemak ini juga mampu mengurangi resiko serangan jantung dan stroke. Dengan mengonsumsi ikan secara rutin, maka berkat omega-3 yang terkandung di dalamnya, dapat pula mengurangi resiko arthritis, diabetes, dan kanker. Beberapa ahli bahkan telah membuktikan bahwa omega-3 bisa membantu perkembangan otak, sehingga sangat cocok untuk dikonsumsi anak-anak dan remaja.

Kelebihan ikan berikutnya adalah kandungan lemak jenuh yang rendah. Berbeda dengan daging ayam, kambing, sapi yang memiliki lemah jenuh tinggi, ikan malahan mengandung lemak tak jenuh ganda. Lemak jenuh tinggi, jika dikonsumsi terlalu banyak akan memicu munculnya berbagai penyakit tidak menular seperti penyumbatan arteri, jantung, tekanan darah tinggi dan stroke. Lemak tak jenuh ganda yang terkandung dalam ikan memiliki fungsi yang sebaliknya: memperlancar kerja jantung, membantu menstabilkan tekanan darah, dan membantu meminimalkan risiko terjadinya stroke.

Ikan segar hasil budidaya juga mengandung protein yang lengkap. Hampir semua asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mempertahankan metabolisme tubuh yang sehat, ada pada ikan. Beberapa penelitian telah menunjukkan, ada sekitar 18 gram protein untuk setiap 100 gram ikan segar. Namun jika ikan tersebut diawetkan atau dikeringkan, maka kadar proteinnya menjadi berkisar 40 gram dalam 100 gram ikan kering.

Tidak hanya kaya akan protein, ikan juga kaya akan mineral, terutama magnesium, phospor, yodium, fluor, zat besi, copper, zinc, dan selenium. Mineral sangat penting perannya dalam sistem metabolisme tubuh untuk perkembangan sel-sel dan proses regenerasinya.

Kelebihan lain produk ikan yang tak dimiliki sumber protein hewani lain adalah, ikan memiliki status halal bahkan untuk ikan yang sudah mati (telah menjadi bangkai). Dengan begitu, ikan sangat sesuai untuk konsumen Indonesia yang mayoritas muslim.

Upaya mendongkrak konsumsi ikan dalam negeri juga menjadi salah satu prioritas yang dilakukan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan, dengan adanya program Gerakan Makan Ikan (Gemarikan). Konsumsi ikan yang terus meningkat, diharapkan dapat dipenuhi dari dalam negeri sendiri, terutama dari hasil budidaya ikan yang dilakukan oleh masyarakat di berbagai daerah. ***

Penulis adalah Pengurus Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI). twitter: @andangindartono | email: andang@ainionline.org

Post Terkait:

  • Budidaya Ikan dan Ketahanan Pangan Oleh: Andang S Indartono Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah pulau sekitar 17 ribu, yang memiliki sumber daya laut yang besar, baik sumber daya hayati…
  • Menangkap Peluang dari Kasus Produk Ikan Dori Ilegal Oleh: Cocon, S.Pi, M.Si     Baru-baru ini konsumen dikejutkan dengan laporan adanya bahan berbahaya dalam produk daging ikan patin (dori) yang diperdagangkan pada salah…
  • Budi Daya Udang Berbasis Ilmu dan Teknologi Oleh  M. Ghufran H. Kordi K. Penulis buku Perikanan dan Kelautan   Indonesia adalah salah satu produsen udang utama di dunia dan menempati urutan ketiga…
  • Ikut Andil Majukan Akuakultur Indonesia Bangkitkan perekonomian Indonesia di sektor perikanan budidaya dengan dukungan sarana dan prasarana yang lengkap serta berkualitas Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.000 km2 dan ZEE…
  • Mengembangkan Industri Patin Oleh: Widyatmoko Aquaculture – Management Information System, PT Suri Tani Pemuka (STP) Semua jenis ikan mempunyai prospek yang baik, dengan perencanaan dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh,…
  • Akuakultur Organik, antara Tantangan dan Harapan Oleh:  Alexandre Veille, OLMIX Indonesia Aqua Expertise Kisah ini menceritakan hubungan yang saling menguntungkan antara hewan ternak dan manusia. Hewan ternak secara teratur mendapatkan pakan…
  • Menteri Susi Tagih Janji Pengusaha Pakan Ikan (Info… Sektor perikanan budidaya air tawar menempati peran strategis dalam program ketahanan pangan dan gizi nasional. Pasalnya, dari total produksi ikan budidaya, 60% di antaranya merupakan…
  • Peran Besar Perikanan Budidaya Oleh: Rezi Hidayat Peneliti di Rokhmin Dahuri Institute   Seiring pertumbuhan penduduk dan kesadaran manusia terhadap asupan gizi, Ikan sebagai makanan yang kaya akan gizi,…
  • Haruskah Ikan Diawetkan? Oleh : Baiq Mirna Fitriani   Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan R.I No 722/MENKES/PER/IX/88, yang dimaksud dengan Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah bahan yang biasanya tidak…
  • Peran “Generasi Millenial” dalam Peningkatan… Oleh: Rifqi Dhiemas Aji (Konsultan Teknis Peternakan dan Perikanan PT. Natural Nusantara) Berdasarkan proyeksi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Indonesia tahun 2035…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

September 2026
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Budidaya Ikan dan Ketahanan Pangan by Agribisnis Oleh: Andang S Indartono Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah pulau sekitar 17 ribu, yang memiliki sumber daya laut yang besar, baik sumber daya hayati…
  • Menangkap Peluang dari Kasus Produk Ikan Dori Ilegal by Agribisnis Oleh: Cocon, S.Pi, M.Si     Baru-baru ini konsumen dikejutkan dengan laporan adanya bahan berbahaya dalam produk daging ikan patin (dori) yang diperdagangkan pada salah…
  • Budi Daya Udang Berbasis Ilmu dan Teknologi by Agribisnis Oleh  M. Ghufran H. Kordi K. Penulis buku Perikanan dan Kelautan   Indonesia adalah salah satu produsen udang utama di dunia dan menempati urutan ketiga…
  • Ikut Andil Majukan Akuakultur Indonesia by Agribisnis Bangkitkan perekonomian Indonesia di sektor perikanan budidaya dengan dukungan sarana dan prasarana yang lengkap serta berkualitas Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.000 km2 dan ZEE…
  • Mengembangkan Industri Patin by Agribisnis Oleh: Widyatmoko Aquaculture – Management Information System, PT Suri Tani Pemuka (STP) Semua jenis ikan mempunyai prospek yang baik, dengan perencanaan dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh,…

  • 1,235,290
  • 637,682
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI