Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Tambak RtVe, Modal Kecil Untung Berlipat

Posted on

Selama ini, yang terbayang di benak masyarakat umum, budidaya udang identik dengan sistem bisnis padat modal, memerlukan lahan yang cukup luas, dan prosedur pemeliharaan yang rumit. Benarkah anggapan demikian?

Udang merupakan salah satu komoditas akuakultur ekspor andalan dengan raupan keuntungan yang tidak sedikit. Pasalnya, dengan harga komoditas yang tinggi dibanding dengan komoditas tambak lainnya, udang menjadi komoditas dollar bagi para pembudidaya.

Sebanding dengan tingkat keuntungan yang didapat, budidaya udang merupakan salah satu bisnis yang membutuhkan modal yang tidak sedikit. Itulah kenapa, budidaya udang ini menjadi salah satu andalan bisnis yang banyak dilirik para investor berkantong tebal. Lantas, benarkah budidaya udang mensyaratkan modal yang besar dan benarkah asumsi umum tersebut?

Sebenarnya, asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, dengan mengikuti program kemitraan petambak yang digagas dan dirintis oleh PT Central Proteina Prima, petambak atau praktisi yang tertarik dengan usaha budidaya udang dapat membuka usaha budidaya udang dengan skala kecil dengan modal yang relatif tidak terlalu besar.

Petambak yang mengikuti program ini akan mendapat pendampingan teknis agar memperoleh hasil yang lebih baik. Tim yang mendampingi petambak tidak main-main, mereka terdiri dari ahli nutrisi udang dan ikan hingga pakar di industri akuakultur yang siap memberikan pelatihan dalam hal manajemen pemberian pakan, pengecekan kualitas air, dan pengawasan proses budidaya untuk meraih produk ikan dan udang dengan kualitas yang baik. Saat ini, program kemitraan petambak telah bermitra dengan para petambak yang berasal dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara.

Revitalisasi Lahan Kurang Produktif

Latar belakang dilakukannya program kampung vaname (KaVe) dan rumah tangga vaname (RtVe), adalah berdasarkan temuan di lapangan. Di antaranya adalah masih banyaknya ribuan hektar lahan untuk budidaya yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh petambak mengingat kendala keterbatasan pengetahuan dan dukungan yang mereka miliki.

Sehingga, tujuan dari dilakukannya program kampung dan rumah tangga vaname adalah untuk merevitalisasi para petambak dengan memperkenalkan program budidaya udang vaname.

Program RtVe yang umum dikenal sebagai budidaya skala rumah tangga, kini berkembang pesat disentra-sentra tambak di Indonesia sebagai alternatif peluang usaha dengan skala mini dan modal relatif kecil. Melalui proses budidaya udang yang benar dengan mengenalkan prosedur operasi baku (SOP) dan biosekuriti budidaya udang akan membuat program RtVe ini lebih efisien, efektif dan produktif.

Lebih jauh, program ini juga untuk membuat konsep kerja yang terintegrasi dan terkonsolidasi untuk memantau semua proses, dengan tujuan untuk menghasilkan produk udang yang lebih baik.

Profil Sukses Pelaku Program KaVe dan RtVe

Salah satu profil pebisnis yang berhasil menerapkan program  rumah tangga vaname adalah berasal dari Pazi Udang Jaya, yang awalnya di gagas oleh Sri Yuliastuti. Dia bersama rekan-rekan lainnya, membentuk konsorsium dan merintis usahanya dengan bergabung di program RtVe, budidaya udang skala rumah tangga.

Lokasi pertambakannya terletak di daerah Jawa Timur. Menurut Yuli, usaha budidaya udang ini berawal dari keinginan untuk berkumpul silaturahmi alumni IPA 1 SMABA 83 dengan harapan menciptakan usaha yang bermanfaat dan berkah.

Mereka pun bertekad, usaha yang dipilih adalah budidaya udang vaname melalui program Rumah Tangga Vaname di bawah binaan Nonot Triwaluyo, sebagai pendiri program KaVe dan RtVe.

Kawasan yang dipilih untuk lahan tambak adalah Jember, yang dilewati oleh jalur lintas selatan. Menurut pengakuan Yuli, Pazi Udang Jaya bukan merupakan usaha budidaya udang pertama di Getem, Jember.

Akan tetapi, lanjutnya, yang membedakan tambak mereka dengan yang lainnya adalah bahwa tambak tersebut merupakan lahan pasir yang pada awalnya tidak produktif. Dengan demikian, program revitalisasi lahan melalui progam KaVe di daerah tersebut mampu untuk memanfaatkan lahan yang kurang produktif menjadi lebih menguntungkan.

“Mengingat tekstur tanahnya didominasi oleh pasir, dinding tambak yang mereka bangun dilapisi dengan menggunakan membran HDPE untuk mencegah kebocoran air,” ujar Nonot yang juga GM Shrimp Feed CPPrima.

Tidak Ada Persyaratan Khusus

Menurut Yuli yang juga sealumni SMA dengan Nonot, tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti program Kampung Vaname dan Rumah tangga Vaname, yang terpenting, menurutnya, adalah bagaimana turut serta menjaga kelestarian lingkungan pada saat yang bersamaan dengan usaha budidaya.

“Pesan kami, perlu dijaga lingkungan kawasan sepanjang pantai, mengingat kebutuhan air laut sangat vital bagi usaha budidaya tambak. Hal ini untuk keperluan agar usaha tambak berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Pazi Udang Jaya, menurut pengakuan Yuli, dimotori oleh beberapa anggota yang berjumlah 30 orang. Lokasi budidaya terletak di di Getem Jember, Jawa Timur. Yuli menuturkan, banyak kelebihan atau manfaat yang didapat dari ikut serta program Kampung Vaname.

Salah satunya adalah mulai tumbuh berkembang pembukaan lahan baru untuk budidaya. Secara teknis, lahan yang tidak produktif bukan menjadi halangan untuk program ini. Sebagai contoh, budidaya udang Pazi Udang Jaya dilakukan di atas lahan yang tidak produktif secara ekonomi.

Di samping itu, lahan merupakan tanah dengan tekstur berpasir yang pada dasarnya tidak cocok untuk tambak. Untuk itulah, dasar tambak dilapisi dengan plastik HDPE untuk mencegah terjadinya kebocoran air.

Sistem Bagi Hasil, Lebih Menguntungkan

Seperti gagasan awal dalam merancang program KaVe, modal yang diperlukan untuk budidaya udang metode ini sangat terjangkau. Demikian juga yang dilakukan oleh Pazi Udang Jaya, modal awal usaha mereka berasal dari iuran anggota dengan jumlah sukarela.

Harapannya, untuk tahap awal kata Yuli, mereka dapat membeli dua petak lahan tambak. Itu pun dalam perjalanannya, kegiatan survey lahan cukup menyita tenaga. Dengan jerih payah, lahan didapat dengan sistem bagi hasil, bukan sistem jual beli.

Sistem bagi hasil ini sangat menguntungkan bagi pemilik atau penggarap lahan karena akan mendapatkan hasil sesuai keberhasilan lahan tambak yang dikelola, pun, hal ini tentu saja menjadi berkah tersendiri bagi Pazi Udang Jaya karena tidak perlu merogok saku untuk membeli lahan. “Ini sangat menguntungkan bagi kami karena modal bisa kami gunakan untuk belanja investasi kebutuhan tambak yang tidak sedikit. Modal kami per akhir Januari 2019 sebesar Rp. 1 M yang terdiri dari modal perorangan 30 juta per anggota dan nantinya dana ini dihimpun untuk digunakan sebagai biaya operasional 5 petak lahan tambak yang mereka miliki,” ungkapnya.

Mengingat Pazi Udang Jaya merupakan konsorsium, maka usaha ini merupakan usaha tertutup. Namun tetap dapat mengembangkan bisnis dengan ekstensifikasi pembukaan lahan baru  untuk bekerjasama dengan sistem bagi hasil.

Panen raya tambak Pazi Udang Jaya pada tanggal 16 Maret 2019, dengan DOC 112 mendapatkan size 31-33, FCR 1,17 dan SR 96% dan dari 3 petak @ 800-1.000m2 didapat udang total 7,5 ton atau dengan produktifitas 27 ton/ha, “ Kita masih menunggu 2 petak berikutnya yang masih umur 32 hari,” tambah Nonot

Dalam menjalankan bisnisnya, Yuli beserta anggota lainnya memiliki semboyan, ‘Program 4 Sukses Bersama yaitu sukses anggota, sukses konsorsium, sukses sosial dan masyarakat sekitar, sukses akuakultur”.

Kontribusi Untuk Masyarakat Sekitar

Yuli memaparkan, dengan dibukanya program tersebut, mereka dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap masyarakat sekitar. Hal itu bisa dilihat dengan adanya usaha produktif komoditas ekspor.

Hal ini dapat mendorong masyarakat daerah sekitar untuk meningkatkan ekonomi dengan usaha yang serupa atau kerjasama dengan pemilik lahan melalui sistem bagi hasil. Di samping itu, keuntungan hasil budidaya dapat dinikmati oleh para penanam modal melalui proporsi bagi hasil sesuai dengan jumlah modal yang mereka investasikan.

Tidak hanya itu, Yuli mengungkapkan, bahwa usaha yang mereka rintis dan lakukan sesuai dengan kaidah budidaya berkelanjutan, ramah lingkungan sehingga tidak merusak lingkungan sekitar. (Noerhidajat/Resti)

Post Terkait:

  • Peran Startup di Sektor Akuakultur Menahan masuknya kemajuan teknologi (Statup di sektor Akuakultur) )hanya akan membuat kemunduran dan gagap teknologi, untuk itu dibutuhkan peran startup yang bisa menjadi jembatan informasi…
  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Budidaya Udang Windu Tetap Untung Meskipun Skala Kecil Meskipun saat ini kontribusinya dianggap lebih kecil dibandingkan budidaya udang vaname, budidaya udang windu masih menjadi pilihan para petambak skala kecil. Pernah menjadi salah satu…
  • Prospek Cerah Industri Hatchery Udang Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • CAMAR DI PETERNAKAN BROILER | Majalah Infovet I… CAMAR DI PETERNAKAN BROILER(( Faktor-faktor utama manajemen pemeliharaan broiler modern difokuskan pada tiga hal mendasar, yakni cahaya, makanan dan air (CAMAR). Sinergisme CAMAR dengan faktor…
  • Budidaya Alga, Untuk Tingkatkan Nutrisi Pakan Ikan Mikroalga, alga mikroskopis kaya nutrisi untuk kegiatan budidaya perikanan Mikroalga, di samping kehadirannya menjadi ancaman bagi kegiatan akuakultur, beberapa jenis di antaranya justru menjadi berkah…
  • KKP Berikan Benih Ke Pembudidaya Udang Windu Data mencatat bahwa hingga pertengahan bulan Mei 2020, BPBAP Takalar telah menggelontorkan total bantuan benih seperti Udang, Bandeng, Rajungan, Nila Salin dan Kakap Putih sebanyak…
  • Ikan Bandeng: Meraup Sisa Rejeki di Tambak Pantura Sempat mencicipi masa-masa kejayaan di era tahun1980-an hingga1990-an, Kawasan Pantura (Pantai Utara Jawa) ibarat tempat mendulang emas bagi para petambak. Bagaimana dengan kondisi saat ini?…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Peran Startup di Sektor Akuakultur by Agribisnis Menahan masuknya kemajuan teknologi (Statup di sektor Akuakultur) )hanya akan membuat kemunduran dan gagap teknologi, untuk itu dibutuhkan peran startup yang bisa menjadi jembatan informasi…
  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… by Agribisnis Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… by Agribisnis PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Budidaya Udang Windu Tetap Untung Meskipun Skala Kecil by Agribisnis Meskipun saat ini kontribusinya dianggap lebih kecil dibandingkan budidaya udang vaname, budidaya udang windu masih menjadi pilihan para petambak skala kecil. Pernah menjadi salah satu…
  • Prospek Cerah Industri Hatchery Udang by Agribisnis Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…

  • 1,202,937
  • 606,781
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI