Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Lebih Produktif dengan Polikultur

Posted on

Rentan terhadap serangan penyakit, budidaya udang windu secara tradisional bisa mengantisipasi kegagalan produksi dengan sistem polikultur. Udang windu, ikan bandeng, dan rumput laut merupakan tiga jenis komoditas yang memungkinkan untuk saling mendukung dalam sistem ini.
AK 9 Kesling 2 3Udang windu merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomis paling tinggi dibandingkan dengan komoditas lainnya. Namun, komoditas tersebut rentan terhadap serangan penyakit sehingga peluang keberhasilannya rendah. Menurut Mangampa dan Burhanuddin, untuk mengantisipasi kegagalan produksi di tambak dipilih rumput laut dan ikan bandeng sebagai komoditas alternatif penghasil produk tambak.

Budidaya udang dan ikan secara polikultur sudah lama dilakukan, tetapi belum banyak dilakukan pembahasan secara mendalam tentang kelebihan dan kekurangannya. Sementara itu, intensifikasi budidaya ikan dan udang secara monokultur dengan penerapan padat tebar tinggi menghadapi banyak permasalahan seperti kestabilan kualitas air serta berkembangnya berbagai penyakit. Untuk itu diperlukan upaya menekan munculnya kasus penyakit yang sering meyebabkan kegagalan atau menimbulkan kerugian pada petani pembudidaya. Salah satunya dengan penerapan polikultur.

Polikultur dua jenis komoditas seperti udang dan ikan, maupun tiga jenis—udang, ikan, dan rumput laut—sudah banyak diterapkan oleh para pembudidaya. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan lingkungan, mengurangi munculnya kasus penyakit, mencegah kerugian, serta menambah pendapatan. Jika komoditas utamanya udang, hasil panen berupa ikan dan rumput laut menjadi tambahannya.

Ada beberapa pola polikultur, antara udang, ikan, dan rumput laut.  Pola pertama, udang windu Penaeus monodon, ikan bandeng Chanos chanos, dan rumput laut Gracilaria sp. Secara umum, pola ini dilakukan oleh pembudidaya tradisional.

Pola kedua, udang windu (Penaeus monodon) dan ikan nila (Oreochromis niloticus) atau ikan bandeng (Chanos chanos). Komoditas utama berupa udang, sedangkan komoditas lain sebagai penyeimbang.

Pola ketiga, ikan nila atau bandeng menjadi komoditas utama. Sementara udang sebagai penyeimbang. Pola kedua dan ketiga tersebut sudah dilakukan oleh para pembudidaya, tetapi penyebarannya masih sangat terbatas.

Suksesnya budidaya sistem polikultur ditunjang dengan kondisi kualitas air yang baik. Kriteria kualitas air untuk budidaya di tambak menurut Balai budidaya Takalar dapt dilihat pada Tabel Kriteria.

Tabel Kriteria kualitas air untuk budidaya di tambak (BBAP Takalar)

Parameter UkurKisaran Nilai Optimum
Salinitas0 – 15 ppt
Suhu25 – 32 oC
Oksigen terlarut (DO)3,0 – 8,0 ppm
CO25,0 – 12 ppm
pH6,5 – 9,0
Kesadahan50 – 150 ppm

 

Hasil kajian budidaya polikultur udang, ikan dan rumput laut

Secara ringkas, gambaran budidaya udang windu, ikan bandeng, dan rumput laut Gracilaria sp secara tradisional sebagai berikut.

AK 9 Ekbis 2 5

Persiapan tambak meliputi pengeringan, pembersihan caren, dan pengapuran maksimal 100 kg/ha. Pengisian air 10—15 cm, pemberian saponin maksimal 25 kg/ha, serta pemupukan urea maksimal 100 kg/ha dan SP-36 maksimal 100 kg/ha. Setelah 1 minggu, rumput laut ditebar merata di bagian plataran. Kemudian air ditinggikan antara 80—100 cm. Seminggu kemudian benih bandeng ukuran 3 cm ditebar, lalu menyusul benih udang windu gelondongan.

Pemberian pakan dilakukan setelah 2—4 minggu atau diperkirakan pakan alami habis. Pakan bandeng dan pakan udang diberikan 1 kali per hari, dengan pemberian pakan bandeng terlebih dahulu baru pakan udang. Selama 1 siklus pemeliharaan, untuk 2—6 ha tambak dengan penebaran seperti dalam tabel, diperlukan bahan-bahan sebagai berikut.

Benih

–       Rumput laut

–       Udang Windu (PL 25)

–       Ikan Bandeng

 

Rp 6500,-/kg @ 970 kg @ 3 kali

Rp 100,-/ekor @ 20.000 ekor @2 kali

Rp 350,-/ekor @2.500 ekor @ 1 kali

 

Rp 18.915.000

Rp  4.000.000,-

Rp      875.000,-

Pakan

–       Pakan udang (50 kg)

–       Pakan Bandeng (100 kg)

 

Rp      375.000,00

Rp      600.000,00

Pupuk PhonskaRp      315.000,00
Kapur dolomit dan SaponinRp      100.000,00
Pupuk urea dan TSPRp      350.000,00
SubtotalRp   25.530.000,00
Lain-lainRp 5.000.000,00
TotalRp 30.530.000,00

 

Perhitungan ekonomis dalam 1 siklus selama 5 bulan adalah sebagai berikut

UraianBibit/BenihHasil PanenPendapatan
Udang windu20.000 ekor200 kgRp 28.000.000
Ikan bandeng2.500 ekor300 kgRp  4.200.000
Gracilaria970 kg1.000 kgRp 21.000.000
PendapatanRp 53.200.000
PengeluaranRp 30.530.000
KeuntunganRp 22.670.000

Sumber : Murachman, dkk. 2010

Tanpa pakan pun bisa

Kajian Budidaya Multitropik udang windu, rumput laut, dan ikan bandeng juga dilakukan oleh Suharyanto, dkk. dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Sulawesi selatan pada tahun 2010. Hasilnya menunjukkan bahwa hasil optimum dari 1 ha tambak jika diisi dengan 2.500 ekor tokolan udang windu (PL-31), 1 ton rumput laut, dan 1.000 ekor bandeng. Survival rate untuk udang dan ikan bandeng masing-masing 66,9%; 33,7 kg; dan 99,8%, 63,9 kg dengan keuntungan finansial Rp 11.572.000. Hasil keuntungan tersebut diperoleh dengan cara tradisional tanpa pakan dalam 3 bulan pemeliharaan.

Penggunaan ikan dalam budidaya udang sebagai komoditas sekunder sangat memberikan arti dalam efisiensi penggunaan pakan, pengendalian pencemaran, sekaligus mencegah pemangsaan terhadap udang yang sakit atau mati sehingga mengurangi resiko penularan penyakit. Di samping itu, penambahan komoditas dalam budidaya pada tempat yang sama dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat meningkatkan pendapatan selain hasil dari udang. Selamat mencoba dan berkreasi untuk meningkatkan pendapatan. ***

Oleh Suprapto NS

Tim Teknis SCI, Pakar Bioflok Indonesia

Post Terkait:

  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • Budidaya Udang Windu Tetap Untung Meskipun Skala Kecil Meskipun saat ini kontribusinya dianggap lebih kecil dibandingkan budidaya udang vaname, budidaya udang windu masih menjadi pilihan para petambak skala kecil. Pernah menjadi salah satu…
  • Tambak RtVe, Modal Kecil Untung Berlipat Selama ini, yang terbayang di benak masyarakat umum, budidaya udang identik dengan sistem bisnis padat modal, memerlukan lahan yang cukup luas, dan prosedur pemeliharaan yang…
  • Prospek Cerah Industri Hatchery Udang Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…
  • KKP Berikan Benih Ke Pembudidaya Udang Windu Data mencatat bahwa hingga pertengahan bulan Mei 2020, BPBAP Takalar telah menggelontorkan total bantuan benih seperti Udang, Bandeng, Rajungan, Nila Salin dan Kakap Putih sebanyak…
  • TAHUN BERGANTI, MUSIM BERUBAH, PERNAFASAN BERPOLAH (( Pada layer atau broiler pun demikian, penyakit pun masih tercatat sebagai penyebab kerugian terbesar di peternakan. Dari sejumlah besar penyakit yang dapat menyerang ayam,…
  • Ikan Bandeng: Meraup Sisa Rejeki di Tambak Pantura Sempat mencicipi masa-masa kejayaan di era tahun1980-an hingga1990-an, Kawasan Pantura (Pantai Utara Jawa) ibarat tempat mendulang emas bagi para petambak. Bagaimana dengan kondisi saat ini?…
  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • CAMAR DI PETERNAKAN BROILER | Majalah Infovet I… CAMAR DI PETERNAKAN BROILER(( Faktor-faktor utama manajemen pemeliharaan broiler modern difokuskan pada tiga hal mendasar, yakni cahaya, makanan dan air (CAMAR). Sinergisme CAMAR dengan faktor…
  • Budidaya Alga, Untuk Tingkatkan Nutrisi Pakan Ikan Mikroalga, alga mikroskopis kaya nutrisi untuk kegiatan budidaya perikanan Mikroalga, di samping kehadirannya menjadi ancaman bagi kegiatan akuakultur, beberapa jenis di antaranya justru menjadi berkah…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Telisik Performa Ekonomi Budidaya Udang Vaname… by Agribisnis Masa keemasan udang windu pudar, sedangkan vaname naik daun. Sebagai salah satu komoditas andalan ekspor perikanan budidaya, perkembangannya begitu mendapat banyak perhatian. Berbagai metode budidaya…
  • Budidaya Udang Windu Tetap Untung Meskipun Skala Kecil by Agribisnis Meskipun saat ini kontribusinya dianggap lebih kecil dibandingkan budidaya udang vaname, budidaya udang windu masih menjadi pilihan para petambak skala kecil. Pernah menjadi salah satu…
  • Tambak RtVe, Modal Kecil Untung Berlipat by Agribisnis Selama ini, yang terbayang di benak masyarakat umum, budidaya udang identik dengan sistem bisnis padat modal, memerlukan lahan yang cukup luas, dan prosedur pemeliharaan yang…
  • Prospek Cerah Industri Hatchery Udang by Agribisnis Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…
  • KKP Berikan Benih Ke Pembudidaya Udang Windu by Agribisnis Data mencatat bahwa hingga pertengahan bulan Mei 2020, BPBAP Takalar telah menggelontorkan total bantuan benih seperti Udang, Bandeng, Rajungan, Nila Salin dan Kakap Putih sebanyak…

  • 1,202,827
  • 606,671
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI