Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Geliat Bisnis Ikan Patin

Posted on

AK14 Ekbis 1 3Perkembangan bisnis ikan patin saat ini masih cukup bagus. Hal ini terlihat dari permintaan benih serta ikan patin ukuran konsumsi di pasar. Berdasarkan data statistik perikanan budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2010—2014, produksi perikanan budidaya mengalami peningkatan 23% per tahun. Salah satu komoditas yang mengalami peningkatan di atas 20% adalah ikan patin, yaitu sebesar 25%.

 

Ini diungkapkan H. Khairuman, S.P, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pengembangan Budidaya Ikan Patin dan Lele (BPBIPL) Subang. Menurutnya, Jawa Barat merupakan sentra produksi benih ikan patin di Indonesia. Benih ikan patin yang diproduksi di Jawa Barat sebagian didistribusikan ke beberapa wilayah di luar Jawa Barat, yaitu ke Sumatera seperti Lampung, Palembang, Jambi, Riau, serta  beberapa provinsi di Kalimantan seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.  Di Jawa Barat juga terdapat beberapa sentra penyedia benih ikan patin berupa UPR (Unit Pembenihan Rakyat) antara lain di Subang, Bekasi, Bogor, Depok, Sukabumi, dan Cianjur.

Khairuman mengatakan bahwa pakan merupakan faktor penentu dalam kegiatan budidaya ikan patin. Ada dua jenis pakan yang digunakan, yaitu pakan alami dan pakan buatan (pabrikan).  “Pakan alami diberikan pada benih ikan yang masih kecil sampai mencapai umur 2 minggu.  Untuk tahap awal pemeliharaan, pakan berupa artemia (telur udang) yang dikultur secara khusus. Sebagian besar pakan jenis ini masih impor dari luar negeri, ketersediaannya masih mudah diperoleh di distributor di beberapa kota,” ujarnya.

Sebagai pakan lanjutan, sambungnya, patin diberi cacing sutera. Dulu, cacing sutera tidak dilirik orang. Sekarang, dengan berkembangnya budidaya ikan secara intensif, cacing sutera banyak dibutuhkan orang. Untuk mendapatkan cacing sutera, khususnya di pulau Jawa, tidak terlalu sulit karena banyak dijumpai di saluran-saluran irigasi yang banyak mengandung bahan organik, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Bila tidak mau repot, cacing sutera dapat diperoleh di pengumpul atau pedagang cacing sutera.

“Setelah benih berumur lebih dari 2 minggu, pakan yang digunakan adalah pakan pabrikan berupa tepung atau crumble dan pelet. Pakan pabrikan mudah diperoleh dan tersedia di distributor pakan ikan,” tambahnya.

Menurut pria kelahiran Payakumbuh ini, secara garis besar dalam budidaya ikan dikenal dengan beberapa subsistem. Subsistem pertama adalah sub sistem pembenihan, yaitu dimulai dari kegiatan pemijahan sampai telur menetas, yang dikenal dengan sebutan larva. Subsistem ini biasanya dilakukan oleh lembaga pemerintah seperti di Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPT) milik KKP atau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) milik Dinas Perikanan dan Kelautan.  Selain itu, ada juga beberapa Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang menggarap sub sistem pembenihan patin ini.

“Subsistem yang kedua adalah subsistem pendederan, yaitu memproduksi atau mencetak benih ikan patin dari larva sampai mencapai ukuran 1 atau 2 inchi. Saat ini, subsistem ini banyak dilakukan oleh masyarakat dan para pendeder patin tersebut tentu sudah menguasai teknologinya.  Hasil dari subsistem ini selanjutnya dipelihara pada kegiatan subsistem pembesaran.

Kegiatan pembesaran dilakukan di kolam air tenang, kolam air mengalir, keramba, atau kolam jaring apung,” paparnya. Dari ke tiga sub sistem tersebut, menurutnya, subsistem pendederan dan pembesaran yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Salah satu faktor penentu adalah peluang pasarnya yang masih terbuka.

 

“Sejak tahun 2012, di sekitar balai pun sudah terbentuk beberapa kelompok pendeder patin binaan. Terbentuknya kelompok tersebut pun, tak lain untuk mencetak patin ukuran 1 inchi atau 2 inchi.  Saat ini ada sekitar 50 orang yang bergerak di pendederan ikan patin. Para pendeder tersebut berada dalam 9 kelompok pembudidaya ikan,” ungkapnya.

Selengkapnya baca di majalah Info Akuakultur Edisi 14/Maret 2016

Post Terkait:

  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
  • Deptan: Prospek dan Arah Pengembangan Perunggasan Diambil dari kebijakan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) yang dulu sempat diresmikan Presiden SBY di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat 11 Juni 2005. RPPK…
  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…
  • Kementan Pilih Subang Sebagai Major Project… Jajaran pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) bertemu dengan Bupati Subang H Ruhimat, dalam rangka audiensi pengembangan korporasi petani khususnya korporasi sapi potong di Kabupaten Subang, yang digelar di…
  • Analisis Usaha Budidaya Lele     Semakin menjamurnya usaha pecel lele di kota besar,  menyebabkan prospek budidaya lele khususnya di kabupaten Bogor semakin menggiurkan   Bogor terkenal sebagai kawasan…
  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia… PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) merupakan salah satu pemain utama dalam industri agri-food terintegrasi di Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun 2026, saham JPFA menunjukkan…
  • Prospek Cerah Industri Hatchery Udang Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…
  • Penyebab Kerugian yang Tidak Terdeteksi Peternak lele Di berbagai  wilayah  banyak  peternak lele mengatakan rugi dan rugi, dan kemudian usahanya gulung tikar. Sebenarnya apa penyebabnya?  Mari kita telaah. Harga lele per bulan…
  • Industri Obat Unggas 2008 Tumbuh 7,1% (( Berdasar data-data ekonomi, keuangan dan prediksi industri yang dikumpulkan, serta angka-angka asumsi dibuat, dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2008 industri obat unggas tumbuh 7,1…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

September 2026
MTWTFSS
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • MENELISIK BISNIS PETERNAKAN INDONESIA 2010 by Agribisnis Indonesia, negara kaya raya di jagad khatulistiwa terbentang dengan pongah di antara dua benua dan dua samudera. Memiliki ribuan pulau besar dan kecil, yang mengandung…
  • Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal by Agribisnis Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
  • Deptan: Prospek dan Arah Pengembangan Perunggasan by Agribisnis Diambil dari kebijakan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) yang dulu sempat diresmikan Presiden SBY di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat 11 Juni 2005. RPPK…
  • 5 GENOTIPE FLU BURUNG DAN EKOSISTEM KESEHATAN by Agribisnis (( Konsep jangka panjang dengan mengedepankan penataan pasar unggas hidup dan pasar tradisional sebagai tempat berinteraksinya manusia, hewan dan lingkungan harus dilihat sebagai bagian dari…
  • Kementan Pilih Subang Sebagai Major Project… by Agribisnis Jajaran pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) bertemu dengan Bupati Subang H Ruhimat, dalam rangka audiensi pengembangan korporasi petani khususnya korporasi sapi potong di Kabupaten Subang, yang digelar di…

  • 1,235,315
  • 637,706
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI