Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Genjot Produksi Udang Windu dengan Phronima suppa

Posted on

 

Permintaan udang windu tak kalah besar dibanding permintaan udang vaname. Namun, permintaan pasar tersebut tidak dapat terpenuhi oleh pasokan produksi.

 

Udang windu merupakan komoditas ekspor untuk mendulang emas. Betapa tidak, dengan harga yang fantastis, banyak pembudidaya yang tergiur untuk menggenjot produksi. Sayang, prospek cerah di tambak udang tidak dibarengi dengan pengetahuan petambak mengenai cara berbudidaya yang benar., udang dipaksa untuk selalu makan. Pemberian pakan yang tidak proporsional untuk menggenjot panen menimbulkan timbunan kandungan bahan organik yang merusak keseimbangan biota air yang menguntungkan. Udang pun terkapar, tak mampu melawan gempuran penyakit. Diperkirakan, kerugian total yang diderita oleh petambak di Indonesia mencapai 300 juta USD setiap tahunnya. Luas tambak yang terkena dampak wabah ini tak kurang dari 70% dari total luas tambak di Indonesia. Kerugian yang sangat besar!

 

Secercah harapan dari timur

Di tengah suramnya budidaya udang windu yang tak kunjung menggeliat, kabar menggembirakan datang dari Timur. Tepatnya di Provinsi Sulawesi Selatan. Sejak tahun 2005, ditemukan sejenis pakan alami udang berupa krustasea (hewan berbuku-buku) berukuran mikroskopis yang hidup dalam perairan. Mikroorganisme endemik ini hanya hidup di wilayah tertentu. Saat ditemukan, perairan kawasan Pinrang menjadi habitat asli dari krustasea ini, tepatnya di desa  Wiringtassi dan desa Tasiwalie, Kecamatan Suppa, Pinrang, Sulawesi Selatan.  Dikatakan endemik karena mikroorganisme ini tidak ditemukan di perairan lain di luar kawasan tersebut.

Di daerah tersebut, di mana phronima hidup, sintasan udang windu cukup tinggi, yaitu mencapai angka 70%! Sebaliknya, udang windu yang dipelihara di perairan tanpa Phronima suppa hanya menghasilkan sintasan sebesar 10%. Hattah memaparkan, tambak yang mendapat pasokan Phronima suppa selama 47 hari masa pemeliharaan udang mengalami kenaikan hasil panen menjadi rata-rata 285 kg/ha. Sementara itu, tambak tanpa pemberian pakan alami tersebut hanya dapat memanen sekitar 50,6 kg/ha saja. Menurutnya, pakan alami ini dapat menyediakan nutrisi bagi udang, sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. Tak heran, sejak dulu Kabupaten Pinrang menjadi daerah penghasil udang windu terbesar di kawasan Sulawesi Selatan.

Selanjutnya Baca di Majalah Info Akuakultur Edisi April 2016

Post Terkait:

  • Teropong Geliat Tambak Udang di Lampung Timur Dengan panjang pesisir 62 kilometer, Lampung Timur memiliki potensi perikanan budidaya air payau cukup besar. Tercatat, potensi luas tambak yang dimiliki kabupaten ini sekira 8.271…
  • Panen, Indikator Evaluasi Usaha Budidaya Panen udang merupakan kegiatan akhir dalam pembesaran udang. Hasil panen dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan indikator keberhasilan usaha budidaya udang. Pemanenan pada pembesaran udang…
  • Mengupas Tantangan Budidaya Udang di Pesisir Timur Lampung Keuntungan berlipat yang diperoleh dalam waktu relatif singkat memang menjadi daya tarik budidaya udang vaname yang sangat memikat. Begitu pula potensi budidaya udang di pesisir…
  • SR Rendah Hantui Zona Kebangkitan Udang Windu di… Oleh : Dr. Tarunamulia, ST., MSc. (Peneliti Madya BRPBAP3-Maros) Pada era tahun 1980-an hingga awal 1990, udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas utama air payau…
  • Cara Merawat Tanaman Bambu Air Cara Merawat Tanaman Bambu Air. Harus Anda tahu terlebih dulu nih ya, bahwasannya bambu air atau yang juga disebut dengan equisetum hyemale ini merupakan salah…
  • Teknik Stunting Budidaya Bandeng Bisa Panen 3-4 Kali Setahun Oleh: Abdul Salam Atjo – Penyuluh Perikanan Madya Ikan bandeng (Chanos-chanos Forks) masih menjadi komoditas andalan pembudidaya tambak di kabupaten Pinrang. Sejak udang windu banyak dilanda masalah…
  • Peluang Usaha Jamur Tiram: Prospek dan Potensi di Masa Kini Peluang Usaha Jamur Tiram: Prospek dan Potensi di Masa Kini. Jamur tiram, yang dikenal juga dengan nama Pleurotus ostreatus, adalah salah satu jenis jamur yang…
  • Manfaatkan Biofilter pada Tambak Sistem Resirkulasi Satu sisi, teknologi dan metode budidaya udang mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Namun, di sisi lain, kualitas lingkungan sebagai faktor pendukung dalam keberhasilan budidaya mengalami…
  • Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik dengan… Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik. Dalam dunia pertanian modern, teknologi terkini telah mengubah cara budidaya sayuran, fokus pada metode hidroponik yang inovatif. Metode ini menghilangkan ketergantungan…
  • Busmetik, Solusi Petambak Udang Skala Kecil       Pengembangan teknologi Budidaya Udang Skala Mini Empang Plastik atau yang dikenal dengan Busmetik saat ini sedang gencar digalakkan. Pengembangan Busmetik merupakan upaya…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Teropong Geliat Tambak Udang di Lampung Timur by Agribisnis Dengan panjang pesisir 62 kilometer, Lampung Timur memiliki potensi perikanan budidaya air payau cukup besar. Tercatat, potensi luas tambak yang dimiliki kabupaten ini sekira 8.271…
  • Panen, Indikator Evaluasi Usaha Budidaya by Agribisnis Panen udang merupakan kegiatan akhir dalam pembesaran udang. Hasil panen dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan indikator keberhasilan usaha budidaya udang. Pemanenan pada pembesaran udang…
  • Mengupas Tantangan Budidaya Udang di Pesisir Timur Lampung by Agribisnis Keuntungan berlipat yang diperoleh dalam waktu relatif singkat memang menjadi daya tarik budidaya udang vaname yang sangat memikat. Begitu pula potensi budidaya udang di pesisir…
  • SR Rendah Hantui Zona Kebangkitan Udang Windu di… by Agribisnis Oleh : Dr. Tarunamulia, ST., MSc. (Peneliti Madya BRPBAP3-Maros) Pada era tahun 1980-an hingga awal 1990, udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas utama air payau…
  • Cara Merawat Tanaman Bambu Air by Agribisnis Cara Merawat Tanaman Bambu Air. Harus Anda tahu terlebih dulu nih ya, bahwasannya bambu air atau yang juga disebut dengan equisetum hyemale ini merupakan salah…

  • 1,202,765
  • 606,609
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI