Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Manfaatkan Biofilter pada Tambak Sistem Resirkulasi

Posted on

Satu sisi, teknologi dan metode budidaya udang mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Namun, di sisi lain, kualitas lingkungan sebagai faktor pendukung dalam keberhasilan budidaya mengalami kerusakan yang semakin parah.

Kerusakan lingkungan tak terlepas dari beragam faktor, misalnya pertambahan jumlah penduduk, perluasan kawasan industri, pertanian, peternakan, bahkan industri perikanan. Sebagai contoh, para petambak di kawasan pekalongan menghadapi menurunnya kualitas air tambak karena cemaran industri. Hal ini menjadi salah satu masalah utama para petambak dan budidaya udang vaname dan udang windu.

Menurunnya kualitas lingkungan yang tercemar ikut andil dalam memicu terjadinya serangan penyakit pada udang budidaya. Lingkungan yang buruk, terutama air tambak dapat memicu perkembangan bibit penyakit sehingga menyebabkan wabah bahkan kematian pada udang.

Pada udang windu, serangan penyakit biasanya terjadi setelah 1 hingga 2 bulan penebaran di tambak. Pasalnya, pada waktu tersebut, banyak bahan organik yang sudah tertimbun di dalam air tambak. Hal ini tentu saja menurunkan kualitas air sehingga dapat memicu terjadinya serangan penyakit.

Budidaya udang windu

Meskipun skala produksi tidak sefantastis udang vaname, budidaya udang windu masih diminati oleh sejumlah kalangan para petambak, terutama para petambak kecil. Hal ini tak terlepas dari masih tingginya permintaan pasar terhadap jenis udang ini. Faktor tertinggalnya industri udang windu dibanding udang putih vaname, karena sejumlah faktor. Salah satunya yaitu akibat wabah penyakit WSSV yang memukul telak industri udang windu nasional beberapa dasawarsa silam.

Selanjutnya, faktor lainnya terkait dengan kendala teknis. Seperti diketahui, udang windu, tidak seperti vaname, memiliki daya tahan yang relative rendah. Di samping itu, sulitnya rekayasa genetis pada udang windu membuat para ilmuwan mengalami kendala dalam menghasilkan benih unggul yang tahan terhadap serangan penyakit.

Faktor teknis lainnya yaitu akibat menurunnya kualitas dan daya dukung lingkungan. Kondisi ini sangat berpengaruh pada daya tahan udang windu. Kondisi lingkungan buruk yang tercemar memicu merebaknya bibit penyakit dan menurunkan daya tahan udang terhadap serangan penyakit. akibatnya bisa ditebak, tingkat kelulusan hidup udang menjadi sangat rendah yang sangat merugikan petambak.

Tambak biofilter sistem resirkulasi

Sistem resirkulasi merupakan satu jawaban untuk mengatasi dua persoalan. Pertama, sistem ini menjadi solusi untuk menyiasati buruknya kualitas lingkungan, terutama air tambak yang dipadukan dengan menerapkan teknologi biofilter. Teknologi ini diakui mampu memperbaiki tingkat kualitas air sehingga dapat digunakan untuk budidaya. Yang kedua, teknologi ini diharapkan mampu menekan laju pencemaran perairan umum, misalnya yang ada di sungai dan laut dari cemaran organik dari industri akuakultur. Pasalnya, air buangan dari tambak tidak serta merta dibuang ke badan air umum. Alih-alih, air buangan dialirkan kembali ke saluran masuk tambak dengan mengalami pengolahan terlebih dahulu.

Menurut Rahmat Fadil, peneliti dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, sistem akuakultur resirkulasi telah lama diterapkan oleh sejumlah negara maju, seperti negara-negara Eropa dan Amerika. Merunut ke asalnya, sistem akuakultur resirkulasi ini pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat di tahun yang terbilang cukup lama, 1960. Muasalnya, sistem ini diterapkan karena adanya temuan air sungai yang tercemar bahan organik yang berasal dari industri akuakultur. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah setempat mulai menggunakan RAS untuk kegiatan akuakultur.

Sistem tambak biofilter resirkulasi sangat cocok diterapkan pada daerah-daerah yang memiliki keterbatasan sumberdaya air. Selain itu, sistem ini juga sangat tepat digunakan pada daerah yang kualitas sumber airnya rendah, misalnya karena adanya cemaran rumah tangga, industri, dan lain sebagainya.

Selanjutnya Baca di majalah Info Akuakultur

Post Terkait:

  • Teropong Geliat Tambak Udang di Lampung Timur Dengan panjang pesisir 62 kilometer, Lampung Timur memiliki potensi perikanan budidaya air payau cukup besar. Tercatat, potensi luas tambak yang dimiliki kabupaten ini sekira 8.271…
  • Mengupas Tantangan Budidaya Udang di Pesisir Timur Lampung Keuntungan berlipat yang diperoleh dalam waktu relatif singkat memang menjadi daya tarik budidaya udang vaname yang sangat memikat. Begitu pula potensi budidaya udang di pesisir…
  • SR Rendah Hantui Zona Kebangkitan Udang Windu di… Oleh : Dr. Tarunamulia, ST., MSc. (Peneliti Madya BRPBAP3-Maros) Pada era tahun 1980-an hingga awal 1990, udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas utama air payau…
  • Panen, Indikator Evaluasi Usaha Budidaya Panen udang merupakan kegiatan akhir dalam pembesaran udang. Hasil panen dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan indikator keberhasilan usaha budidaya udang. Pemanenan pada pembesaran udang…
  • Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik dengan… Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik. Dalam dunia pertanian modern, teknologi terkini telah mengubah cara budidaya sayuran, fokus pada metode hidroponik yang inovatif. Metode ini menghilangkan ketergantungan…
  • Cara Merawat Tanaman Bambu Air Cara Merawat Tanaman Bambu Air. Harus Anda tahu terlebih dulu nih ya, bahwasannya bambu air atau yang juga disebut dengan equisetum hyemale ini merupakan salah…
  • Busmetik, Solusi Petambak Udang Skala Kecil       Pengembangan teknologi Budidaya Udang Skala Mini Empang Plastik atau yang dikenal dengan Busmetik saat ini sedang gencar digalakkan. Pengembangan Busmetik merupakan upaya…
  • Teknik Stunting Budidaya Bandeng Bisa Panen 3-4 Kali Setahun Oleh: Abdul Salam Atjo – Penyuluh Perikanan Madya Ikan bandeng (Chanos-chanos Forks) masih menjadi komoditas andalan pembudidaya tambak di kabupaten Pinrang. Sejak udang windu banyak dilanda masalah…
  • Potensi Udang Vaname Di Jabar Udang merupakan komoditas unggulan di Indonesia khususnya Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang terus dimaksimalkan potensinya. Dulu, udang windu pernah menjadi primadona Jabar tahun 1980-an dengan…
  • Genjot Produksi Udang Windu dengan Phronima suppa   Permintaan udang windu tak kalah besar dibanding permintaan udang vaname. Namun, permintaan pasar tersebut tidak dapat terpenuhi oleh pasokan produksi.   Udang windu merupakan…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

July 2026
MTWTFSS
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031 
« May    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Teropong Geliat Tambak Udang di Lampung Timur by Agribisnis Dengan panjang pesisir 62 kilometer, Lampung Timur memiliki potensi perikanan budidaya air payau cukup besar. Tercatat, potensi luas tambak yang dimiliki kabupaten ini sekira 8.271…
  • Mengupas Tantangan Budidaya Udang di Pesisir Timur Lampung by Agribisnis Keuntungan berlipat yang diperoleh dalam waktu relatif singkat memang menjadi daya tarik budidaya udang vaname yang sangat memikat. Begitu pula potensi budidaya udang di pesisir…
  • SR Rendah Hantui Zona Kebangkitan Udang Windu di… by Agribisnis Oleh : Dr. Tarunamulia, ST., MSc. (Peneliti Madya BRPBAP3-Maros) Pada era tahun 1980-an hingga awal 1990, udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas utama air payau…
  • Panen, Indikator Evaluasi Usaha Budidaya by Agribisnis Panen udang merupakan kegiatan akhir dalam pembesaran udang. Hasil panen dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan indikator keberhasilan usaha budidaya udang. Pemanenan pada pembesaran udang…
  • Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik dengan… by Agribisnis Meningkatkan Produksi Sayuran Hidroponik. Dalam dunia pertanian modern, teknologi terkini telah mengubah cara budidaya sayuran, fokus pada metode hidroponik yang inovatif. Metode ini menghilangkan ketergantungan…

  • 1,202,763
  • 606,607
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI