KERJA SAMA NOTA KESEPAHAMAN (MoU) ANTARA PT ASPUTRA PERKASA MAKMUR DAN YAYASAN DAARUT TAUHID

KERJA SAMA NOTA KESEPAHAMAN (MoU) ANTARA PT ASPUTRA PERKASA MAKMUR DAN YAYASAN DAARUT TAUHID
Penandatanganan pada pukul 16:00 WIB dan diawali dengan pembacaan Al Quran yang dilanjutkan sambutan CEO PT ASputra Perkasa Makmur, Aif Arifin Sidhik, yang menekankan bahwa MoU ini sekaligus penyerahan peminjaman kandang closed house berkapasitas 5.000 ekor yang diharapkan sebagai sarana edukasi bagi santri-santri, disamping introduksi peternakan broiler ke pesantren-pesantren.
Lebih lanjut dikatakan, kalaborasi dengan Yayasan Daarut Tauhid yang dipimpin Aa Gym ini dimaksudkan untuk menggagas dan mendorong suatu terobosan baru dalam konsep kemitraan broiler yang modern dan didasari semangat pemberdayaan masyarakat. Permodalan merupakan komponen yang besar dalam suatu usaha peternakan broiler, maka untuk itu melalui brand “Paranje” perusahaan ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin memulai usaha ini.
Sementara dijelaskan EVP Poultry Operation, Co. Founder PT ASputra Perkasa Makmur, Nabia Nurhamdani, konsep bisnis Paranje adalah suatu ekosistem konsep ekonomi berbagi (sharing economy), sebagaimana konsep ini pernah disampaikan Guru Besar Fakultas Ekonomi UI, Pof Renald Kasali, bahwa sharing economy adalah sikap partisipasi dalam kegiatan ekonomi yang menciptakan value, kemandirian dan kesejahteraaan, dimana partisipasi dari pelaku yang terlibat berbagi peran masing-masing yang nanti akan terjadi bagi hasil.
Kemudian ditambahkan EVP Business Operation dan Co. Founder PT ASputra Perkasa Makmur, Rifqi Ardliansyah, konsep Paranje berbeda dengan kemitraan ayam pada umumnya, dimana ASPM memfasilitasi mitra melalui peminjaman kandang closed house tanpa dibebankan biaya dengan sistem pemeliharaan dipantau dan dipandu menggunakan aplikasi berbasis digital, serta selalu dimonitor technical service dan tenaga kesehatan. Dengan sistem ini, kata dia, kejadian human error dapat diminimalisir dan terjadi efisiensi dalam manajemen produksi dan pencapaian performa ayam yang baik.
Ketua Yayasan Daarut Tauhid, H. Gatot Kunta Kumara, mengemukakan bahwa Daarut Tauhid kini diamanahi 152 aset lahan wakaf yang tersebar di berbagai pelosok Tanah Air. “Kolaborasi antara perusahaan dan yayasan kami diharapkan sebagai media perjuangan ekonomi dan dakwah umat yang saat ini sedang terpuruk pandemi COVID-19 dengan tujuan akhir kesejahteraan dunia dan akhirat bersama,” kata Gatot.
Bila 40-60% lahan wakaf ini bisa dimanfaatkan, maka target tahun 2025 mendatang sudah terbangun 25 kandang modern closed house kapasitas 5.000 ekor broiler dan diutamakan dulu untuk wilayah Jawa Barat. Selanjutnya diharapkan usaha pendukung dan pemasaran lainnya dari hulu sampai dengan hilir seperti rumah pemotongan ayam sampai outlet kuliner berbahan daging ayam yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal), juga mampu menyerap tenaga kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *