Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,2 miliar untuk pengembangan kebun bibit rumput laut hasil kultur jaringan pada tahun ini.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyebutkan target produksi perikanan budi daya tahun ini dipatok sebesar 24 juta ton dimana 60% diantaranya merupakan rumput laut. Adapun produksi rumput laut pada 2018 diestimasi mencapai 10,366 juta ton.
“Tahun ini, pembangunan kebun bibit bibit rumput laut hasil kultur jaringan akan dilakukan di sejumlah daerah seperti Lampung, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Barat,” ujar Slamet dalam pesan singkatnya dikutip, ekonomi.bisnis.com, Selasa (19/2).
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto
Slamet menyebutkan, seluruh produksi bibit hasil kultur jaringan rumput laut dijamin ketertelusurannya. Untuk itu, ke depan, aka nada sertifikat khusus untuk bibit rumput laut hasil kultur jaringan guna memberi kepastian bagi para nelayan yang memanfaatkan bibit hasil kultur jaringan dan pasar.
“Sebetulnya sudah ada, nanti kita cek tiap-tiap UPT yang memproduksi ini kan harus ada sertifikatnya. Kita tinggal bikin sertifikat saja. Kalau traceability itu ada, pembuatan sejak dia di ambil sampai dibiakkan dibesarkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia juga mengimbau kepada para perusahaan pengolah rumput laut baik yang berbasis pemodalan asing maupun dalam negeri untuk bisa mengembangkan sendiri budi daya rumput laut guna memastikan jaminan pasokan bahan baku.(Ef)
Post Terkait:
Putar Otak Industri Farmasi Demi Sertifikasi Halal Sutinah dan Eko mengaku tidak begitu mempermasalahkan soal sertifikat atau logo halal obat yang dikonsumsi. Yang terpenting, ucap keduanya, adalah keamanan dari obat tersebut. Meski…
Teropong Geliat Tambak Udang di Lampung Timur Dengan panjang pesisir 62 kilometer, Lampung Timur memiliki potensi perikanan budidaya air payau cukup besar. Tercatat, potensi luas tambak yang dimiliki kabupaten ini sekira 8.271…
KLARIFIKASI DIRJEN PKH TERKAIT PEMBERITAAN PENGADAAN… Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita memberi penjelasan terkait pemberitaan media online Tempo.co, Selasa (28/4/2020). Menurut dia…
Kinerja Sektor Perikanan Budi Daya Bisa Makin Optimal Kinerja Sektor Perikanan Budi Daya Bisa Makin Optimal Produksi perikanan budi daya masih bisa ditingkatkan lagi melalui pembenahan dari hulu sampai hilir agar kinerja sektor…
BBPBL Lampung: Kembangkan Potensi Perikanan dengan… Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung tahu betul bagaimana mengembangkan potensi perikanan Indonesia. Selain dengan memanfaatkan SDM yang terampil dan berkualitas, BBPBL juga memanfaatkan…
Mengupas Tantangan Budidaya Udang di Pesisir Timur Lampung Keuntungan berlipat yang diperoleh dalam waktu relatif singkat memang menjadi daya tarik budidaya udang vaname yang sangat memikat. Begitu pula potensi budidaya udang di pesisir…
SR Rendah Hantui Zona Kebangkitan Udang Windu di… Oleh : Dr. Tarunamulia, ST., MSc. (Peneliti Madya BRPBAP3-Maros) Pada era tahun 1980-an hingga awal 1990, udang windu (Penaeus monodon) merupakan komoditas utama air payau…
TATA RUANG DAN KOMUNITAS PETERNAKAN DI LAMPUNG Peristiwa penolakan penduduk pemukiman sekitar peternakan terjadi di mana-mana, dan dalam laporan peristiwa ini juga terjadi di propinsi yang terletak di bagian paling selatan Pulau…
TARGET BESAR SUMATERA UTARA MENJADI LUMBUNG DOMBA… Domba dan kambing merupakan salah satu komoditas unggulan di Sumatera Utara. Hal ini terlihat dari permintaan pasokan domba dan kambing dari provinsi terdekat serta dari…
Catatan Menyongsong MUNAS VI ASOHI Munas VI ASOHI 2010 sudah diambang pintu. Rakornas ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia) yang diselenggarakan berurutan dengan peresmian gedung ASOHI, malam gathering perayaan ulang tahun…