Skip to content

–

Menu
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI
Menu

Pascabanjir dan Tanah Longsor, Pelaku Budi Daya Ikan Kecil Dijamin Asuransi

Posted on

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memfasilitasi realisasi asuransi bagi pembudidaya ikan kecil terdampak banjir dan tanah longsor. Pasalnya, akibat bencana ini banyak pembudidaya yang gagal produksi.

Untuk realisasinya, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengimbau kepada dinas terkait segera mendata para pembudidaya yang mengalami kegagalan produksi akibat bencana. “Nanti datanya kirim ke kami agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu (8/1/2020).

Jangkauan objek asuransi bagi pembudidaya ikan kecil telah diperluas. Jika semula hanya diperuntukan bagi budi daya udang, kini usaha budi daya ikan lain seperti bandeng, patin dan ikan tawar lainnya juga bisa mendapatkannya.

“Pembudidaya ikan kecil ini sulit bangkit pascakerugian akibat kegagalan produksi. Asuransi ini diharapkan akan meminimalisir dampak kerugian ekonomi dan menstimulan agar usaha budi daya kembali dilakukan,” tutur Slamet

Data yang dihimpun KKP,  hingga 2019 bantuan pembayaran premi asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil yang terealisasi senilai Rp7,3 miliar mencakup luas lahan budi daya 20.837,44 hektare (ha) dengan jumlah pembudidaya mencapai 15.026 orang. 

Secara terperinci, data asuransi bagi pembudidaya ikan kecil pasa 2017 telah mencakup 3.300 ha yang diberikan kepada 2.004 orang, 2018 mencakup 10.220 ha untuk 6.914 orang, dan pada 2019 mencakup 7.316 ha untuk 6.108 orang. 

Sementara itu pada 2020, target realisasi asuransi dapat mencakup 5.000 ha lahan usaha pembudidayaan baru. Adapun anggaran untuk bantuan pembayaran premi asuransi senilai Rp3 miliar. 

Nilai maksimum pertanggungan untuk komoditas udang/polikultur Rp7,5 juta per hektare/tahun, ikan patin per tahun Rp3 juta per 250 m2, nila tawar dan lele maksimum pertanggungan Rp4,5 juta per 200 m2/tahun, sedangkan untuk nila payau nilai pertanggungan maksimum Rp5 juta per hektare/tahun. 

Komoditas lainnya, yaitu bandeng maksimum pertanggungan per tahun Rp3 juta/hektare. Karena sifatnya menstimulan, KKP berharap ke depan pembudidaya akan terbiasa mengakses asuransi sejenis secara mandiri.

Slamet menambahkan pelaku usaha budi daya harus mempersiapkan upaya mitigasi sejak dini. Bagi kawasan yang menjadi langganan banjir, dia berharap untuk melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi dampak kerugian ekonomi, misalnya dengan memanen ikan lebih awal.

Narasumber : https://ekonomi.bisnis.com

Post Terkait:

  • Lebih Produktif dengan Polikultur Rentan terhadap serangan penyakit, budidaya udang windu secara tradisional bisa mengantisipasi kegagalan produksi dengan sistem polikultur. Udang windu, ikan bandeng, dan rumput laut merupakan tiga…
  • KKP Berikan Benih Ke Pembudidaya Udang Windu Data mencatat bahwa hingga pertengahan bulan Mei 2020, BPBAP Takalar telah menggelontorkan total bantuan benih seperti Udang, Bandeng, Rajungan, Nila Salin dan Kakap Putih sebanyak…
  • Prospek Cerah Industri Hatchery Udang Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…
  • Peran Startup di Sektor Akuakultur Menahan masuknya kemajuan teknologi (Statup di sektor Akuakultur) )hanya akan membuat kemunduran dan gagap teknologi, untuk itu dibutuhkan peran startup yang bisa menjadi jembatan informasi…
  • Tambak RtVe, Modal Kecil Untung Berlipat Selama ini, yang terbayang di benak masyarakat umum, budidaya udang identik dengan sistem bisnis padat modal, memerlukan lahan yang cukup luas, dan prosedur pemeliharaan yang…
  • Kinerja Sektor Perikanan Budi Daya Bisa Makin Optimal Kinerja Sektor Perikanan Budi Daya Bisa Makin Optimal Produksi perikanan budi daya masih bisa ditingkatkan lagi melalui pembenahan dari hulu sampai hilir agar kinerja sektor…
  • Geliat Bisnis Ikan Patin Perkembangan bisnis ikan patin saat ini masih cukup bagus. Hal ini terlihat dari permintaan benih serta ikan patin ukuran konsumsi di pasar. Berdasarkan data statistik…
  • Budidaya Udang Windu Tetap Untung Meskipun Skala Kecil Meskipun saat ini kontribusinya dianggap lebih kecil dibandingkan budidaya udang vaname, budidaya udang windu masih menjadi pilihan para petambak skala kecil. Pernah menjadi salah satu…
  • Bandeng Salinitas Rendah Sistem Tradisional Plus Diawali sebagai ikan tambak, ikan yang sudah sangat populer di dunia kuliner nusantara ini juga bisa dibudidayakan di perairan bersalinitas rendah. Maklum, bandeng dikenal sebagai…
  • Kemenperin Siap Carikan Investor Tambak Udang Vaname Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai budi daya udang vaname di Provinsi Gorontalo memiliki potensi yang besar, sehingga perlu didukung oleh calon investor sektor industri pengolahan tambak.…

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DATA BISNIS PETERNAKAN

Artikel Terbaru

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

KALENDER

November 2026
MTWTFSS
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30 
« Jul    

ARTIKEL TERBARU

  • Prospek dan Peluang Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
  • Reuni Kafapet Unsoed 85 Sukses Digelar: Hadirkan Dua Rektor dan Pertama Kalinya Livestreaming YouTube
  • Teknologi Genomik untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman: Menuju Era Baru Pertanian Berkelanjutan
  • Transformasi Digital dalam Pertanian Nusantara: Membangun Ketahanan Pangan di Era Industri 4.0
  • Pertanian Vertikal: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Keterbatasan Lahan di Perkotaan
  • Menjadi Petani Sukses yang Menggabungkan Kearifan Lokal dan Teknologi Terbaru
  • Pertanian Berbasis Data: Menjawab Tantangan Masa Kini
  • Pertanian Berkelanjutan: Langkah Baru untuk Indonesia
  • COMPANY PROFILE PT GALLUS INDONESIA UTAMA
  • Digitalisasi Pertanian: Langkah Menuju Produktivitas Tinggi

ARTIKEL TERKAIT

  • Lebih Produktif dengan Polikultur by Agribisnis Rentan terhadap serangan penyakit, budidaya udang windu secara tradisional bisa mengantisipasi kegagalan produksi dengan sistem polikultur. Udang windu, ikan bandeng, dan rumput laut merupakan tiga…
  • KKP Berikan Benih Ke Pembudidaya Udang Windu by Agribisnis Data mencatat bahwa hingga pertengahan bulan Mei 2020, BPBAP Takalar telah menggelontorkan total bantuan benih seperti Udang, Bandeng, Rajungan, Nila Salin dan Kakap Putih sebanyak…
  • Prospek Cerah Industri Hatchery Udang by Agribisnis Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…
  • Peran Startup di Sektor Akuakultur by Agribisnis Menahan masuknya kemajuan teknologi (Statup di sektor Akuakultur) )hanya akan membuat kemunduran dan gagap teknologi, untuk itu dibutuhkan peran startup yang bisa menjadi jembatan informasi…
  • Tambak RtVe, Modal Kecil Untung Berlipat by Agribisnis Selama ini, yang terbayang di benak masyarakat umum, budidaya udang identik dengan sistem bisnis padat modal, memerlukan lahan yang cukup luas, dan prosedur pemeliharaan yang…

  • 1,261,593
  • 657,054
©2026 – | Design: Newspaperly WordPress Theme
  • HOME
  • AGRIBISNIS
  • BERITA SEKILAS
  • BUDIDAYA
  • EDITORIAL
  • EKONOMI BISNIS
  • INSPIRASI