Seratusan ribu benih atau dikenal sebagai baby lobster dilepasliarkan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Aceh.
baby lobster tersebut merupakan hasil pencegahan penyeludupan dengan nilai Rp15 miliar
Kepala BKIPM Aceh Diky Agung Setiawan di Banda Aceh, Minggu (5/5/2019), mengatakan bayi sejenis udang laut tersebut dilepasliarkan di kawasan perairan laut Kecamatan Simeulue Timur, Pulau Simeulue, pada Sabtu (4/5/2019) malam uangkapnya ekonomi.bisnis.com .
“Baby lobsteryang dilepasliarkan berjumlah 101.600 ekor berasal dari Tembilahan, Riau.Baby lobsterini merupakan hasil pencegahan pihak Karantina Ikan dan Bea Cukai Tembilahan, Riau pada 3 Mei 2019,” kata Diky.
Jumlahbaby lobsteryang ditangkap mencapai 101.800 ekor. Namun, untuk kepentingan proses hukum, sebanyak 200 ekorbaby lobsterdiambil sebagai barang bukti.
“Kerugian negara yang dapat diselamatkan dari upaya penyelundupan seratusan ribubaby lobstertersebut mencapai Rp15 miliar lebih,” kata Diky.
Diky mengatakan, pelepasliaran di perairan Pulau Simeuleu merupakan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Pelepasan dihadiri unsur Dinas Kelautan dan Perikanan Simeulue, TNI AL, Polri, Panglima Laot Simeulue serta aparat gampong setempat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Simeulue Isdawati menyatakan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya BKIPM Aceh yang melepasliarkanbaby lobsterdi pulau terluar Indonesia tersebut.
“Kami berharap pelepasliarkanbaby lobsterdapat terus dilakukan di perairan Pulau Simeulue di masa mendatang, sehingga benih lobster ini bisa berkembang, kata Isdawati.(Evi)
Post Terkait:
OBAT HEWAN DAN KARANTINA | Majalah Infovet I Majalah… Masuknya telur ilegal dari Malaysia ke Pulau Batam sangat mengkuatirkan para peternak di Sumatera Utara mengingat pada priode Mei-Juni negara tetangga Malaysia kembali mengalami Out…
Susi Akui Tak Mampu Hadang Total Penyelundupan Benih Lobster Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014—2019 Susi Pudjiastuti mengakui tidak mampu menghentikan penyelundupan benih lobster atau benur dalam 2 tahun terakhir masa kepemimpinannya. Hal tersebut…
Lebih Produktif dengan Polikultur Rentan terhadap serangan penyakit, budidaya udang windu secara tradisional bisa mengantisipasi kegagalan produksi dengan sistem polikultur. Udang windu, ikan bandeng, dan rumput laut merupakan tiga…
Marikultur Kerapu & Kakap Cukup Menjanjikan Ikan kerapu dan kakap merupakan beberapa jenis ikan laut yang sudah lama dibudidayakan dalam sistem marikultur. Permintaan pasar terhadap ikan ini terbilang tinggi. Tidak hanya…
Prospek Cerah Industri Hatchery Udang Bisnis udang dalam negeri, terutama udang jenis vaname, semakin menggeliat. Tak mengherankan, komoditas tambak ini merupakan salah satu produk dengan pangsa pasar tidak hanya domestik,…
Tambak RtVe, Modal Kecil Untung Berlipat Selama ini, yang terbayang di benak masyarakat umum, budidaya udang identik dengan sistem bisnis padat modal, memerlukan lahan yang cukup luas, dan prosedur pemeliharaan yang…
Larangan Penangkapan Benih Lobster Diuji Publik Kebijakan larangan penangkapan benih lobster atau benur muncul dalam uji publik yang dilakukan Komisi Pemangku-Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan, KP2 KKP. Sucipto, nelayan tradisional…
Budidaya Udang Windu Tetap Untung Meskipun Skala Kecil Meskipun saat ini kontribusinya dianggap lebih kecil dibandingkan budidaya udang vaname, budidaya udang windu masih menjadi pilihan para petambak skala kecil. Pernah menjadi salah satu…
200 TON RUMPUT LAUT SULSEL DIEKSPOR KE CHINA HINGGA INGGRIS Rumput laut asal Sulawesi Selatan sudah menjadi komoditas ekspor yang menyumbang devisa negara. Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melepas 200 ton rumput laut…
BALI BEBAS RABIES TINGGAL KENANGAN BALI BEBAS RABIES TINGGAL KENANGAN(( Bali yang merupakan kawasan pariwisata berkelas dunia yang sejak zaman penjajahan kolonial Belanda dinyatakan sebagai daerah bebas rabies sekarang tinggal…